DPMD Sumenep Gelar Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cantik Statistik 2026

Infrastruktur1410 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cantik Statistik 2026 dalam meningkatkan literasi, pengelolaan, dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat tata kelola data desa agar pembangunan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Selasa (21/04/2026) dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, Plt Kepala DPMD Sumenep Anwar Yusuf Sahroni, serta Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo.

Bahkan, Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya literasi statistik bagi aparatur desa.

Pemerintah daerah bersama BPS berkomitmen menghadirkan sistem data desa yang terstandar dan akuntabel.

Dalam arahannya, Wabup KH Imam Hasyim, S.H.,M.H., menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Tanpa data yang valid, menurutnya, pembangunan berpotensi melenceng dari kebutuhan riil masyarakat.

“Data yang akurat, mutakhir, dan bisa dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa itu, kita seperti berjalan tanpa arah,” tegasnya.

Wabup juga menyoroti masih adanya keterbatasan di tingkat desa, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pendukung pengelolaan data.

“Kalau perencanaan tidak berbasis data valid, dampaknya bisa panjang. Program tidak tepat sasaran, sulit diawasi, dan evaluasinya tidak memiliki dasar yang kuat,” ujar Wabup KH. Imam Hasyim

Melalui program Desa Cantik 2026, pemerintah daerah menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari DPMD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika, guna memastikan pengelolaan data desa berjalan optimal.

Sebagai langkah awal, tiga desa ditetapkan sebagai lokus binaan, yakni Desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Desa Billapora Barat. Desa-desa tersebut diharapkan menjadi model dalam penguatan sistem data yang dapat direplikasi ke wilayah lain.

Wabup KH. Imam Hasyim menegaskan, keberhasilan Desa Cantik tidak hanya terletak pada ketersediaan data, tetapi juga pada pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan.

“Kita ingin desa tidak lagi mengandalkan asumsi. Semua kebijakan harus berbasis data agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut program ini sebagai pijakan awal menuju desa yang mandiri secara statistik dan mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan modern.

“Dengan data yang baik, perencanaan menjadi tepat, pelaksanaan terarah, dan evaluasi jelas. Ini fondasi utama pembangunan berkelanjutan,” pungkas KH. Imam Hasyim.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap program Desa Cantik 2026 dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak desa yang mampu mengelola data secara profesional dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Ucik/Yet/Apo)

Komentar