Dorong Generasi Unggul, Wabup Bangkalan Ajak Sekolah Perkuat Budaya Literasi dan Numerasi

Pendidikan520 Dilihat

BANGKALAN, Bongkar86.com — Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kemampuan literasi dan numerasi sejak usia dini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan mampu bersaing di masa depan.

 

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far saat menghadiri sekaligus menyerahkan trofi dan uang pembinaan kepada para juara Olimpiade Literasi dan Numerasi Tahun 2026 di Gedung PKPN Bangkalan, Senin (26/10/2026).

 

Kompetisi yang diselenggarakan Radar Madura Jawa Pos Bangkalan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan tersebut menjadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi.

 

Antusiasme peserta terbilang tinggi. Tercatat sekitar 4.600 siswa mengikuti seleksi awal di tingkat kecamatan. Dari jumlah tersebut, para peserta terbaik melanjutkan persaingan hingga menyisakan 216 siswa kelas III hingga kelas V SD yang mengikuti kompetisi tingkat kabupaten.

 

Manager Radar Madura Bangkalan, Sugianto, menjelaskan bahwa para peserta telah melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum mencapai babak akhir.

 

“Para finalis sebelumnya telah melalui seleksi tingkat kecamatan yang diikuti sekitar 4.600 peserta, sebelum melanjutkan ke babak penyisihan tingkat kabupaten secara daring,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far menyampaikan apresiasi kepada Radar Madura, Dinas Pendidikan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan ruang kompetisi positif bagi para pelajar.

 

Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Kedua kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan belajar di sekolah, tetapi juga menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

 

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana anak-anak mampu memahami informasi secara kritis. Sementara numerasi melatih kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Wabup menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi gerakan bersama. Karena itu, seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Bangkalan didorong untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik.

 

Ia juga berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi mampu melahirkan budaya belajar yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

 

Terlebih, dari total 667 lembaga sekolah dasar di Kabupaten Bangkalan, masih terbuka peluang besar untuk memperluas partisipasi siswa dalam kompetisi literasi dan numerasi pada tahun-tahun mendatang.

 

Menurut Wabup, semakin luas kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk berkompetisi, semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Bangkalan di berbagai tingkatan.

 

Lebih jauh, Wabup menekankan bahwa peningkatan prestasi akademik juga menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun citra positif dunia pendidikan Kabupaten Bangkalan.

 

“Kita ingin membangun budaya literasi dan numerasi sejak dini, sekaligus mengubah stigma terhadap pendidikan di Bangkalan melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi anak-anak kita,” tegasnya.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak ruang pengembangan potensi yang dapat diakses para pelajar.

 

Olimpiade Literasi dan Numerasi 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat belajar, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus menumbuhkan generasi Bangkalan yang unggul, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ( Iad, Apo )

Komentar