Dishub Sumenep Bejat: Wartawan Online Jadi Korban Mudik Gratis Pemkab Sumenep, Rute Kalianget-Kangean

Infrastruktur673 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Program mudik gratis Pemkab Sumenep 2026 yang menyasar rute, Kalianget-Kepulauan dikeluhkan warga terkait keterbatasan Kouta dan pemesanan tiket. Selasa 10/03/2026

Tahun 2026, Pemkab Sumenep menyiapkan 4 kapal untuk program mudik gratis Idulfitri 1447 H ke wilayah kepulauan, dengan anggaran Rp860 juta untuk transportasi laut dari total Rp1,1 miliar. Armada yang disiapkan meliputi Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS 3, dan Sabuk Nusantara, beroperasi 10-18 Maret 2026 (H-11 hingga H-3 Lebaran)

Namun, hal itu sangat disangkan menilai mekanisme pemesanan tiket yang dilakukan secara online melalui aplikasi kapal Express Bahari justru berpotensi menimbulkan perbedaan akses bagi masyarakat.

Bahkan, seorang wartawan asal Kepulauan Arjasa dibuat bola pingpong oleh oknum Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal itu melalui Dinas Perkimhub Sumenep untuk mendapatkan tiket berbayar maupun tiket mudik gratis.

“Waktu jauh-jauh hari tepatnya pada hari Jumat tanggal 06 Maret 2026, wartawan tersebut minta tolong pesankan tiket untuk pulang kampung menggunakan tiket berbayar kepada oknum Disperkimhub, ” kata Yetno teman dari korban (wartawan)

Tetapi, lanjut Yetno , oleh oknum Disperkimhub tersebut tidak menolak dan beliau malah ngasik kompensasi tiket gratis. Padahal si wartawan teman saya menolaknya, tetap mau beli tiket berbayar, ” ucapnya

“Akhirnya, wartawan teman saya menyetujui dispensasi itu dan setelah sampai menjelang waktu pemberangkatan, menurutnya, kompensasi tersebut gagal (tidak bisa dipakai atau tidak berfungsi) ditukar tiket berbayar maupun tiket mudik gratis, ” keluhnya

Bahkan, kata Yetno, temannya (si wartawan) disuruh menghubungi stafnya dengan memberikan nomor WhatsApp kepada si wartawan itu. Awalnya waktu pertama ditelp mash direspon, tetapi sudah nyampek waktu justru berkali-kali ditelp dan di WA gak direspon bagaikan disambar petir.

Ia menjelaskan, alasan oknum Disperkimhub tersebut, malah berdalih Kouta habis dan pemesan tiket harus jauh-jauh hari melalui secara online yakni aplikasi mobile Express Bahari, ” paparnya

“Ironisnya. Program mudik gratis yang seharusnya memudahkan rakyat kecil justru berubah menjadi kompetisi kecepatan di aplikasi dan oknum Disperkimhub justru wartawan dijadikan korban tidak bisa pulang kampung merayakan hari raya bersama keluarga dikampung, ” terangnya

Sementara Plt Disperkimhub Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain, M.H, tiket yang gratis itu ada 3 (tiga) diantar bantuan Kemenhub menggunakan aplikasi bahari ekpres mobile, Provinsi aplikasi si-pentol dan dari Pemkab Sumenep itu tidak pakai aplikasi tapi ganti tiket saat naik kapal sistemnya di Manifest lalu kita bayar itu yang Sumenep.

“Kami tidak tau kalau tiket berbayar itu pakai aplikasi, namun yang gratis, syaa tau pakai aplikasi mobile Express Bahari” tuturnya

Soal tiket berbayar, Menurut Dzul, pihaknya baru tau kalau berbayar pakai aplikasi, ” terangnya

Lanjut Dzul, baru kemarin jadi Plt Kadisperkimhub, makanya saya masih belajar soal mekanisme ini.(Apo)

Komentar