Dinsos P3A Sumenep Siap Salurkan BLT DBHCHT untuk 2.600 Penerima

Infrastruktur2680 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep hingga pertengahan Juli 2026 belum menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 2.600 calon penerima manfaat. Penyaluran masih menunggu penetapan penerima melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Erwin Hendra, mengatakan seluruh proses verifikasi dan validasi data penerima yang bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Tenaga Kerja telah selesai dilaksanakan.

Menurut Erwin, saat ini Dinsos P3A telah mengajukan usulan penetapan penerima manfaat kepada Bupati Sumenep dan tinggal menunggu terbitnya SK sebagai dasar hukum penyaluran bantuan.

“Proses verifikasi dan validasi sudah selesai. Saat ini kami menunggu Surat Keputusan Bupati terkait penetapan penerima manfaat. Setelah SK terbit, bantuan akan segera kami salurkan,” ujar Erwin, Rabu 15 Juli 2026.

Ia menegaskan, secara administratif maupun teknis Dinsos P3A telah siap menyalurkan bantuan. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan sebelum penetapan penerima manfaat disahkan.

Pada 2026, BLT DBHCHT akan diberikan kepada 2.600 penerima manfaat, yang terdiri atas 1.600 buruh pabrik rokok dan 1.000 buruh tani tembakau.

Erwin berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga bantuan dapat disalurkan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Sami’oeddin, mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menuntaskan proses administrasi penetapan penerima manfaat. Menurutnya, percepatan penyaluran penting mengingat musim panen tembakau telah dimulai di sejumlah wilayah.

“penandatanganan SK Bupati dapat segera dilakukan agar bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu dan memberikan manfaat bagi buruh tani maupun buruh pabrik rokok yang menjadi sasaran program tersebut,” ucapnya.(Tim/Red)

Komentar