Dinkes Pamekasan Intensifkan Pengawasan Takjil Selama Ramadan 2026

Infrastruktur37 Dilihat

PAMEKASAN, Bongkar86.com— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil selama bulan suci Ramadhan. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh takjil yang dikonsumsi masyarakat aman, higienis, dan layak dikonsumsi. Jum’at, (27/2/2026).

Ahmad Samlan, selaku Kabid Kesmas, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program khusus berupa pengambilan sampel makanan di lokasi-lokasi pedagang takjil yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Pengambilan sampel ini tidak hanya dilakukan di wilayah kota, tetapi juga di semua kecamatan di Kabupaten Pamekasan agar pengawasan merata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aspek utama yang diperiksa adalah kemungkinan adanya bahan berbahaya yang dilarang digunakan pada makanan, seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil. Petugas akan menelusuri pedagang yang dicurigai menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya, kemudian mengambil sampel untuk diuji lebih lanjut.

Selama Ramadhan, inspeksi sementara telah dilakukan satu kali dengan melibatkan 21 puskesmas di Kabupaten Pamekasan. Masing-masing puskesmas mengambil lima sampel makanan takjil sehingga total sekitar 100 sampel terkumpul pada minggu pertama pelaksanaan.

“Harapan kami, seluruh makanan takjil yang dijual oleh pelaku usaha dapat memenuhi standar kesehatan, higienis, dan aman dikonsumsi masyarakat,” tambah nya.

Jika ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar, Dinkes akan melakukan pembinaan kepada pedagang terkait serta memberikan edukasi agar tidak lagi menggunakan bahan yang dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, Dinkes mengimbau pedagang untuk menjaga kebersihan tempat usaha serta menggunakan perlengkapan higienis seperti sarung tangan, masker, dan celemek saat mengolah makanan. Kepada masyarakat, Dinkes mengingatkan agar lebih selektif dalam memilih takjil, terutama dengan menghindari makanan yang memiliki warna terlalu mencolok atau terlihat sudah tidak segar.

Pihak Dinkes menambahkan, pengawasan lanjutan masih berpeluang dilakukan selama Ramadhan, bergantung pada kondisi di lapangan dan ketersediaan anggaran.

Pemerintah daerah berharap upaya ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat saat berburu takjil serta mencegah risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak layak.(Roby/Irfan/Lilis)

Komentar