Dinkes P2KB Sumenep Gelar Sosialisasi Program Percepatan Skrining PTM Prioritas di Universitas PGRI

Infrastruktur1339 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinkes P2KB (Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, menggelar sosialisasi Program Percepatan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas Dalam Pelayanan Kesehatan Gizi (PKG) Tahun 2026 yang bertempat di Universitas PGRI sumenep. Senin 06 Juli 2026

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumenep ini merupakan langkah strategis dalam upaya percepatan deteksi dini PTM prioritas, seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker, dan penyakit tidak menular lainnya melalui integrasi dalam layanan PKG.

Kepala Dinkes Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes. menegaskan bahwa percepatan skrining PTM merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular.

“Upaya deteksi dini diharapkan dapat memperkuat intervensi kesehatan masyarakat serta meningkatkan efektivitas perencanaan program kesehatan di tingkat daerah, ” tuturnya

Menurutnya, Kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan memberikan pemahaman dan penyegaran kepada tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan tentang mekanisme pelaksanaan skrining PTM prioritas, penguatan pencatatan dan pelaporan, serta optimalisasi rujukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, ” terangnya

Bahkan, kata Ellya, Dinas Kesehatan Sumenep yang dikenal dengan Kota Keris berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan deteksi dini PTM melalui pelatihan, sosialisasi, serta kolaborasi antar sektor, sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan pelaksanaan program skrining PTM prioritas dalam PKG Tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Keris.(Apo)

Komentar