Dibawa Kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Ditetapkan sebagai Penerima Program KJSU Nasional 2026

Infrastruktur5267 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dibawah Kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh Anwar Sumenep ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai salah satu rumah sakit penerima Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) tahun 2026.

Penetapan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan penanganan penyakit katastropik di daerah.

Program KJSU merupakan agenda strategis nasional yang difokuskan pada penguatan layanan empat penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong peningkatan fasilitas pelayanan, pengadaan alat kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia di rumah sakit daerah.

Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, dr Erliyati, mengatakan kepercayaan dari Kemenkes menjadi momentum penting bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, pada 2026 RSUD dr H Moh Anwar Sumenep mendapat kepercayaan sebagai penerima Program KJSU. Ini menjadi amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan,” ujarnya. Senin 6/7/2026

Menurut Erliyati, penguatan layanan KJSU sangat dibutuhkan mengingat tingginya kasus penyakit tidak menular, termasuk kanker, jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi, yang memerlukan penanganan cepat dengan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Saat ini penyakit-penyakit tersebut membutuhkan layanan yang komprehensif agar pasien dapat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat,” katanya.

Sebagai bentuk kesiapan, pembangunan gedung layanan KJSU di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep saat ini masih berlangsung. Gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan terpadu bagi pasien penyakit katastropik di Kabupaten Sumenep.

Selain menyiapkan infrastruktur, rumah sakit juga melakukan penguatan sumber daya manusia, termasuk menyiapkan dokter spesialis yang sedang menjalani pendidikan lanjutan serta memenuhi kebutuhan tenaga medis untuk layanan stroke.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan KJSU ditargetkan mulai beroperasi secara optimal pada 2027.

Erliyati berharap kehadiran layanan tersebut mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan kesehatan terbaik di Sumenep, sehingga tidak perlu lagi berobat jauh ke kota lain,” pungkasnya.(Tim/Red)

Komentar