Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi di Sumenep

Infrastruktur47 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan sejumlah langkah untuk memitigasi dampak perubahan harga BBM nonsubsidi terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan perubahan harga BBM berpotensi memberikan dampak terhadap biaya distribusi barang, terutama komoditas yang didatangkan dari luar daerah.

Karena itu, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi.

“Yang kami mitigasi adalah dampaknya terhadap angkutan barang, agar tidak sampai mengganggu distribusi komoditas yang masuk ke Kabupaten Sumenep,” ujar Dadang, Kamis 03 September 2026.

Menurutnya, upaya pengendalian dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk operasi pasar dan gerakan pangan murah yang menjadi bagian dari program TPID.

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan sekaligus mengendalikan harga kebutuhan pokok apabila terjadi tekanan akibat kenaikan biaya transportasi.

Dadang mengatakan pemerintah juga memperhatikan momentum hari besar keagamaan, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang biasanya meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas.

“Kebutuhan masyarakat pada momentum Maulid juga sudah kami mitigasi karena terdapat beberapa komoditas yang mengalami peningkatan permintaan,” katanya.

Ia berharap koordinasi antarpemangku kepentingan dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sumenep. Dengan demikian, perubahan harga BBM nonsubsidi tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap masyarakat.

“Kami berharap tingkat inflasi di Kabupaten Sumenep tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat dapat dipertahankan dan tetap terkendali,”.(Tim)

Komentar