Cegah PTM Sejak Dini, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Budaya Kerja Sehat di Pengadilan Agama

Infrastruktur1600 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinkes P2KB (Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, kembali menggelar sosialisasi Program Percepatan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas. Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Pengadilan Agama Sumenep.

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke menjadi tantangan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Sebagian besar kasus berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, sehingga sering kali baru diketahui ketika telah menimbulkan komplikasi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti oleh 38 pegawai Pengadilan Agama Sumenep. Program ini merupakan bagian dari upaya Dinkes P2KB dalam memperluas jangkauan pelayanan promotif dan preventif, sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan.

Pada sesi sosialisasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai faktor risiko PTM, mulai dari pola makan yang kurang sehat, minimnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga pengelolaan stres yang kurang optimal, ” kata Kepala Dinkes Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes.

Selain itu, menurutnya disampaikan pula pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah efektif untuk mencegah penyakit kronis.

Sebagai tindak lanjut dari edukasi tersebut, seluruh peserta mengikuti skrining kesehatan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko PTM. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting agar setiap individu dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal, sehingga apabila ditemukan faktor risiko tertentu dapat segera dilakukan upaya pencegahan maupun penanganan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep menilai bahwa lingkungan kerja memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat. Aparatur yang memiliki kondisi kesehatan yang baik akan mampu bekerja secara lebih optimal, menjaga produktivitas, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif di lingkungan instansi pemerintah terus diperkuat sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara sektor kesehatan dengan berbagai instansi pemerintah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan produktif. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan semakin banyak institusi yang menjadikan kesehatan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan hanya sebagai kebutuhan individu.

Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini serta penerapan gaya hidup sehat, diharapkan angka kejadian penyakit tidak menular dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sumenep terus meningkat.

“Menjaga kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Deteksi dini hari ini adalah investasi untuk produktivitas dan kualitas hidup di masa depan.” (Tim/Red)

Komentar