Bupati Sumenep Sidak Harga Sembako di Pasar Anom, Pastikan Stabil Jelang Ramadan

Infrastruktur68 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Sumenep melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Anom Baru, Jumat (13/02/2026) siang.

Sidak dipimpin langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forkopimda untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Dalam wawancara usai Sidak, Bupati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, Sidak dilakukan untuk memastikan harga seluruh komoditas tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan yang dapat memicu inflasi.

“Ini kegiatan rutin pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk memastikan harga komoditas benar-benar stabil. Kalau terjadi kenaikan signifikan, otomatis bisa memicu inflasi dan itu tentu merugikan masyarakat,” ujarnya.

Fauzi menegaskan, Sidak akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan. Bahkan, jajaran pemerintah daerah melakukan pemantauan minimal dua kali dalam sepekan.

“Kalau Forkopimda biasanya turun di awal Ramadan, tetapi jajaran di bawahnya melakukan pengecekan rutin seminggu dua kali untuk memastikan harga tetap stabil, terutama menjelang Idul Fitri,” jelasnya.

Stok Beras Aman Meski Lokal Menipis

Dalam Sidak tersebut, Pemkab juga menyoroti kondisi stok beras lokal yang mulai menipis. Namun, Bupati memastikan situasi tersebut tidak mengganggu ketersediaan pangan masyarakat.

Ia menyebut kondisi tersebut bersifat sementara karena petani akan segera memasuki masa panen. Selain itu, stok cadangan pemerintah dinyatakan aman.

“Stok beras lokal memang menipis, tetapi sebentar lagi panen. Sementara stok di Perum Bulog aman dan mereka memiliki gudang di sini untuk memastikan rantai pasokan pangan tetap terjaga,” katanya.

Cabai Lokal Banyak Dikirim ke Luar Daerah

Sementara itu, terkait harga cabai yang masih fluktuatif, Bupati mengungkapkan fenomena unik dalam pola perdagangan.

Menurutnya, cabai asal Sumenep justru banyak diminati pasar luar daerah, sedangkan masyarakat lokal cenderung membeli cabai dari luar.

“Cabai kita disukai masyarakat luar daerah seperti di Jawa dan Jakarta. Sebaliknya, masyarakat Sumenep banyak yang membeli cabai dari luar. Itu merupakan siklus perdagangan,” terangnya.

Meski demikian, ia memastikan tidak semua hasil panen cabai dikirim keluar daerah. Sebagian tetap dipasarkan di wilayah Sumenep.

Siap Intervensi Jika Harga Naik

Bupati menegaskan, pemerintah daerah memiliki mekanisme khusus untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.

Jika terjadi lonjakan harga, Pemkab akan melakukan intervensi melalui operasi pasar maupun langkah stabilisasi lainnya.

“Kalau ada kenaikan harga yang tinggi, pemerintah pasti melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan. Itu sudah menjadi mekanisme kami,” tegasnya.

Melalui Sidak ini, Pemkab Sumenep berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga berkomitmen terus memantau kondisi pasar agar inflasi tetap terkendali. Rudi/Anis)

Komentar