Bupati Fauzi Titip Masa Depan Anak-anak di ‘Tangan Dingin’ Guru Ngaji

0
129

Sumenep, Bongkar86.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyelipkan harapannya kepada para guru ngaji untuk terus bersabar dan telaten mendidik serta menyalurkan ilmunya kepada anak-anak di desa masing-masing. Jumat (25/06/2021)

Harapan itu ia sampaikan saat menyampaikan sambutan dalam acara launching kartu guru ngaji dan JKN Bismillah Melayani, di Balai Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu mengatakan, santri dan anak-anak secara umum merupakan aset penerus bangsa yang harus dijaga dan dididik secara bersama-sama. Termasuk oleh para guru ngaji.

Menurutnya, keberadaan guru ngaji selama ini sangat luar biasa kontribusinya. Sebab dari sinilah anak-anak diberikan pendidikan dasar ilmu keagamaan, mulai dari belajar mengaji hingga akhlak dan budi pekerti.

“Tangan dingin guru ngaji inilah yang selama ini telaten mengajarkan anak-anak kita, dari sebelumnya tidak bisa baca al-Quran hingga lancar, doa-doa, bahkan mereka diajari akhlak. Ini luar biasa. Oleh karena itu pemerintah hadir untuk memperhatikan para guru ngaji,” sambungnya.

Salah satu wujud perhatian Pemkan Sumenep kepada para guru ngaji ialah memberikan bantuan Rp 1.200.000,- untuk para guru ngaji. Fauzi menyadari, itu tidaklah cukup. Sehingga keikhlasan dan kesabaran para ustad, termasuk kiai langgar, tetap akan menjadi atensi ke depan.

“Saya sadar betul, dana 1.200.00,- pasti tidaklah cukup, ini hanya stimulan. Kami ingin hadir untuk para guru ngaji dan memberikan apresiasi. Tahun depan akan diupayakan agar ada penambahan, baik nominal bantuan maupun jumlah penerimanya,” kata tambahnya.

Selain bantuan lewat kartu guru ngaji tersebut, Pemkab Sumenep juga menjamin kesehatan para pendidik dengan menghadirkan JKN KIS. Semua itu sebagai apresiasi terhadap jasa para guru ngaji.

“Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan lewat kartu guru ngaji, kami juga berikan JKN KIS untuk menjamin kesehatan mereka. Ini gratis karena dibiayai oleh pemerintah,” harapnya. (eko/budi/putri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here