Bupati Achmad Fauzi: Madura Night Vaganza Satukan Semangat Bangun Sumenep

Pemerintahan46 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pameran Pembangunan bertajuk “Madura Night Vaganza”, yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, sebagai media menyampaikan capaian program pembangunan perangkat daerah dan instansi lainnya kepada masyarakat.

“Meskipun dalam visualisasi pameran tidak cukup untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan perangkat daerah, BUMN, BUMD dan lembaga lainnya secara menyeluruh, tetapi kegiatannya menunjukkan hasil pembangunan selama ini,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Kamis (28/08/2025).

Madura Night Vaganza menginformasikan mengenai program maupun inovasi yang dilakukan oleh setiap perangkat daerah, supaya masyarakat bisa mengetahui, memahami, serta mendukung dalam rangka meningkatkan pembangunan dan kesejahteraannya.

“Madura Night Vaganza menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja, sekaligus  meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat, untuk memajukan Kabupaten Sumenep lebih baik,” terangnya.

Madura Night Vaganza yang merupakan rangkaian acara Madura Culture Festival, sejatinya bagian upaya pemerintah daerah dalam rangka menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, karena kegiatannya mempromosikan potensi produksi dan hasil kerajinan masyarakat.

“Kami memberikan peluang kepada para pelaku usaha (UMKM) untuk mengembangkan produk, termasuk potensi produksi di setiap Desa melalui stand kecamatan, agar bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Madura Night Vaganza dilangsungkan sejak 28 Agustus hingga 03 September 2025, dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya Madura Culture Festival 3, Festival Tembakau Madura dan Festival Kopi, yang menampilkan Parade Musik Tong-tong, Pentas Seni dan Budaya, Fun Run dan Parade Batik.

“Kami ingin melalui Madura Night Vaganza menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja, sekaligus meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat guna memajukan Kabupaten Sumenep lebih baik,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Komentar