Bermuatan Kayu Jati Milik Perhutani, Kapal Layar Motor Nyaris Tenggelam di Pelabuhan Kalianget Sumenep

Infrastruktur3345 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Sebuah kapal layar motor (KLM) QALAQY 1 GT 58 yang mengangkut kayu jati milik Perum Perhutani mengalami kemiringan di sisi kanan saat bersandar di Pelabuhan Perintis Pelindo III Kalianget, Kabupaten Sumenep, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapal yang dinakhodai Rismon tersebut berangkat dari Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken, pada Sabtu (13/6/2026) dengan membawa 1.176 batang kayu jati gelondong hasil hutan negara milik Perum Perhutani KPH Madura dengan total kubikasi sekitar 70,005 meter kubik. Muatan tersebut memiliki nilai material sekitar Rp70 juta.

Setelah tiba dan sandar di Dermaga Pelindo III Kalianget sekitar pukul 14.00 WIB, kapal mengalami kemiringan pada bagian kanan sehingga air laut masuk ke dalam lambung kapal. Akibatnya, sebagian badan kapal terendam air.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kemiringan kapal diduga disebabkan oleh kondisi air laut yang sedang surut, sementara kontur dasar perairan di lokasi sandar tidak rata. Kondisi tersebut menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan saat berada di sisi dermaga.

Kapolres Sumenep Akbp Anang Hardiyanto.,S.I.K melalui Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq, S.H. menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal yang terdiri dari satu nakhoda dan dua anak buah kapal (ABK) dalam keadaan selamat.

“Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Fokus kami saat ini adalah melakukan penanganan terhadap kapal agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah serta memastikan keselamatan di area pelabuhan tetap terjaga,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Satpolairud Polres Sumenep segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan bahan keterangan, serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain KSOP Kelas IV Kalianget, Polsek Kalianget, dan Pelindo III Sub Kalianget.

Rencana penanganan selanjutnya adalah memindahkan terlebih dahulu muatan kayu menggunakan crane milik Pelindo agar posisi kapal kembali seimbang. Setelah itu, air laut yang masuk ke dalam palka kapal akan dipompa keluar menggunakan mesin pompa air (alkon).

Satpolairud Polres Sumenep terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses evakuasi kapal berjalan aman dan lancar serta tidak mengganggu aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget.

Polres Sumenep mengimbau seluruh operator kapal dan pengguna jasa pelabuhan untuk selalu memperhatikan kondisi pasang surut air laut serta faktor keselamatan lainnya guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.(Apo)

Komentar