Antrean Digital hingga Puspa-RS Baru, Transformasi RSUD Sumenep Tuai Apresiasi Pasien

Infrastruktur1578 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Serangkaian inovasi layanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Peningkatan sistem antrean digital, penyempurnaan ruang Pusat Pantau Rumah Sakit (Puspa-RS), hingga perbaikan fasilitas Poli Penyakit Dalam mendapat apresiasi dari pasien, salah satunya Puniah, warga Desa Karduluk, Pragaan.

Puniah salah seorang pasien rawat jalan yang rutin menjalani pemeriksaan di Poli Onkologi menyebut, proses pelayanan kini lebih tertib dan efisien. Sistem pendaftaran online dinilai, juga sangat membantu, terutama bagi pasien yang datang dari wilayah jauh.

“Sekarang antreannya jelas dan teratur. Petugas cepat membantu dan tetap ramah. Dokternya juga menjelaskan kondisi saya dengan sangat jelas, jadi setiap datang berobat saya merasa lebih tenang,” katanya, Sabtu (3/1/2026).

Direktur RSUD, dr. Erliyati menyampaikan, digitalisasi pelayanan, termasuk antrean berbasis JKN dan pembayaran non-tunai, menjadi fokus pengembangan. Pihak RSUD menegaskan bahwa perubahan yang dirasakan pasien merupakan hasil dari komitmen manajemen mempercepat transformasi layanan.

“Kami berkomitmen terus menyempurnakan inovasi layanan. Digitalisasi antrean, pendaftaran daring, hingga pembayaran non-tunai adalah bentuk ikhtiar agar pelayanan lebih praktis dan cepat,” ujarnya.

Selain sistem digital, RSUD juga memperkuat fungsi pemantauan pelayanan melalui pemindahan Puspa-RS ke ruang baru yang dilengkapi perangkat pemantauan real time. Dari ruang ini, manajemen dapat melihat antrean, ketersediaan kamar, hingga laporan keluhan masyarakat secara terintegrasi.

Penguatan layanan tidak berhenti pada aspek administratif. Sejumlah poli spesialistik kini diperluas, termasuk Poli Nyeri, layanan kemoterapi, dan patologi anatomi. RSUD juga menjadi salah satu pelopor di Madura dalam penggunaan metode Radio Frequency Ablation (RFA) untuk penanganan tumor tiroid jinak tanpa operasi besar.

Kanal komunikasi melalui Instalasi Peduli Pelanggan (IPP) tetap menjadi instrumen penting rumah sakit dalam menerima kritik maupun saran dari pasien dan keluarga. Setiap masukan disebut selalu ditindaklanjuti untuk penyempurnaan layanan.

Dalam aspek sosial, RSUD mengoperasikan program “La Sehat” untuk membantu pasien dari daerah terpencil dan kepulauan mengatasi kendala transportasi saat pulang setelah pengobatan.

Lebih lanjut, Erliyati menyatakan, apresiasi masyarakat menjadi pendorong bagi seluruh tim untuk menjaga standar layanan. “Kami sangat menghargai kepercayaan masyarakat. Apresiasi seperti ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menjaga pelayanan yang cepat, tepat, dan tetap memanusiakan manusia,” tandasnya.(*)

Komentar