SUMENEP, Bongkar86.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Ahmad Juhairi menyoroti diaparitas pembangunan antara kepulauan dan daratan. Seban, kondisi itu sampai sekarang belum teratasi oleh pemerintah daerah. Selasa 3/2/2026
“Disparitas antara kepulauan dan daratan masih sangat terasa. Prinsip bahwa semua warga negara diperlakukan sama di hadapan negara belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat kepulauan,” kata Juhairi,
Politisi muda dari Partai NasDem itu mengatakan, ada banyak kebutuhan masyarakat kepulauan. Mulai dari infrastruktur jalan, akses transportasi antar pulau, hingga layanan kesehatan yang belum memadai. Bahkan, tertinggal jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain.
“Bukti bahwa kita merdeka itu belum sepenuhnya dirasakan di kepulauan. Mulai dari infrastruktur, transportasi, sampai layanan kesehatan masih sangat terbatas. Ini harus menjadi perhatian negara (pemerintah daerah, Red),” ungkapnya.
Anggota lefislatif dari daerah pemilihan (dapil) VII itu menguraikan, salah satu kebutuhan dasar warga kepulauan adalah ketersediaan listrik. Seperti di kepulauan Masalembu yang hingga kini belum mendapat layanan listrik dari PT PLN (Persero).
“Pulau Masalembu sampai hari ini belum teraliri listrik dari PLN. Ini potret nyata ketimpangan,” tegasnya.
Bahkan, lanjut Juhairi, beberapa pulau lain yang sudah mendapat layanan PLN, kualitas pasokan listrik belum stabil. Pemadaman kerap terjadi, sekaligus menghambat aktivitas masyarakat dan berdampak langsung pada ekonomi lokal.
“Di pulau lain, meskipun sudah ada PLN, listrik sering padam. Ini sangat mengganggu keseharian masyarakat,” ujarnya.
Di berharap, Disparitas pembangunan antara kepulauan dan daratan di Kabupaten Sumenep ini benar-benar menjadi atensi pemerintah.
“Saya akan terus menyuarakan kepentingan masyarakat kepulauan secara konsisten melalui ruang-ruang yang tersedia di DPRD,” pungkasnya.(Rudi/Apo)







Komentar