SUMENEP, Bongkar86.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan distribusi bahan pokok untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga di pasaran.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan atau DKUPP Sumenep, Moh. Ramli, menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pasar, tetapi juga hingga ke gudang penyimpanan guna memastikan tidak ada pelaku usaha yang menahan stok.
“Kami terus melakukan monitoring dan pengawasan. Jangan sampai ada penahanan barang apalagi penimbunan,” ujarnya. Senin 27 April 2026.
Ia menegaskan, praktik penimbunan merupakan pelanggaran serius yang dapat dikenakan sanksi hukum. Untuk itu, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum dalam melakukan pengawasan terpadu.
“Kalau ada yang terbukti menimbun, tentu akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Selain pengawasan, pemerintah juga mengandalkan operasi pasar sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga, khususnya ketika muncul indikasi kenaikan yang tidak wajar.
Kegiatan operasi pasar dilakukan secara rutin, menyesuaikan dengan kondisi stok dari Bulog, bahkan bisa digelar lebih dari sekali dalam sepekan jika diperlukan.
Ramli menambahkan, fenomena kenaikan harga pada komoditas tertentu, seperti cabai, bawang, dan hasil perikanan, juga perlu dilihat dari sisi positif.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut dapat berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha lokal, selama masih dalam batas wajar.
“Inflasi tidak selalu negatif. Kalau itu berdampak pada kesejahteraan petani, tentu ada sisi positifnya,” ujarnya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi bagi masyarakat luas.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga stabilitas pasar, salah satunya dengan tidak melakukan pembelian berlebihan serta melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
“Kalau semua pihak berperan, kami optimistis kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idul Adha,” ucapnya.(Apo)







Komentar