Dinkes Sumenep Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Infrastruktur1016 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep menggelar Evaluasi Program pengendalian penyakit tidak menular (PTM) Tahun 2026 untuk mengukur efektivitas intervensi, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat PTM yang terus meningkat, serta memastikan deteksi dini faktor risiko berjalan secara optimal di masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel D’Bagraf Sumenep yang diikuti 62 peserta, terdiri dari 31 kepala puskesmas dan 31 penanggung jawab program PTM. Seluruh puskesmas di wilayah daratan maupun kepulauan turut dilibatkan, termasuk puskesmas hasil pemekaran di wilayah kepulauan.

Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian program sekaligus memperkuat strategi deteksi dini PTM yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama layanan kesehatan di daerah.

Kadinkes P2KB melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, S.Kep.Ns., M.H., menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada administrasi pelaporan, tetapi juga pada dampak nyata layanan kesehatan di masyarakat.

“Evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh program PTM berjalan sesuai target, mulai dari pelaporan, pelaksanaan kegiatan, hingga inovasi layanan di masing-masing puskesmas,” kata H. Achmad Syamsuri,

Ia menjelaskan, percepatan evaluasi tahun ini juga berkaitan dengan penguatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai digencarkan sejak 2025, namun masih membutuhkan optimalisasi di lapangan.

“Kami percepat evaluasi karena ada program Cek Kesehatan Gratis yang perlu kita dorong lebih maksimal. Salah satu tantangannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, berbagai inovasi layanan kesehatan turut menjadi sorotan. Sejumlah puskesmas kini mulai menerapkan pendekatan jemput bola dengan melakukan skrining kesehatan di ruang-ruang publik, termasuk di tempat ibadah pada waktu subuh.

“Ada inovasi menarik dari teman-teman puskesmas, seperti melakukan skrining di masjid saat subuh. Ini langkah strategis karena langsung menyentuh masyarakat di waktu dan tempat yang tepat,” tambah H. Achmad Syamsuri.

Layanan skrining tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, pengukuran berat dan tinggi badan, hingga konsultasi gizi serta kesehatan lingkungan secara gratis.

Menurut Kabid Syamsuri, pendekatan tersebut menjadi kunci penting dalam memperkuat deteksi dini PTM, sehingga potensi penyakit dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Harapannya masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan,” tandasnya.

Tidak hanya menyasar masyarakat, Dinkes P2KB Sumenep juga memperluas program skrining ke internal tenaga kesehatan sebagai bentuk keteladanan dalam penerapan pola hidup sehat.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinkes P2KB Sumenep dalam membangun sistem layanan kesehatan yang lebih adaptif, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.(Apo)

Komentar