Sempat Viral, Tumpukan Sampah di Pasar Anom, DLH Sumenep Langsung Bergerak Cepat Lakukan Pembersihan

Infrastruktur2132 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Tumpukan sampah yang sempat terlihat di kawasan Pasar Anom Baru Sumenep, Madura Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pengelola pasar untuk melakukan pembersihan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, A.P., M.Si melalui Kepala UPT Pengelolaan Sampah Ahmad Junaidi. Rabu 1 April 2026

Menurut Junaidi, kondisi tersebut terjadi akibat kendala teknis pada armada pengangkut.

Lanjutnya, Junaidi, menjelaskan bahwa permasalahan bermula dari kerusakan pada bak kontainer pengangkut sampah, bukan pada kendaraan truk secara keseluruhan.

“Kontainer kami ada yang rusak, jadi perlu perbaikan. Karena kejadian itu terjadi malam hari, pengangkutan kita tunda sampai pagi,” ujarnya

Bahkan, Ia menegaskan, keterlambatan pengangkutan meski hanya satu hari sudah berdampak signifikan terhadap penumpukan sampah, terlebih pada momen pasca Lebaran di mana volume sampah meningkat tajam.

“Terutama setelah Lebaran, sampah meningkat cukup banyak. Jadi terlambat satu hari saja sudah terjadi penumpukan,” katanya.

Hasilnya, kondisi Pasar Anom Baru saat ini telah kembali bersih dan aktivitas pengangkutan sampah berjalan normal.

“Alhamdulillah tadi malam sudah dibersihkan dan hari ini sudah normal kembali,” ucapnya.

Selain faktor kerusakan kontainer, Ahmad Junaidi juga mengungkapkan bahwa lonjakan svolume sampah biasanya terjadi pada momen-momen tertentu, seperti menjelang dan setelah Lebaran maupun saat perayaan hari besar keagamaan lainnya. Tingginya aktivitas masyarakat di pasar kerap menjadi kendala dalam proses pengangkutan.

“Tidak setiap hari seperti itu. Biasanya hanya pada momen tertentu saat pasar sangat ramai, sehingga mobil pengangkut juga kesulitan akses,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun sebelumnya telah diterbitkan surat edaran terkait penanganan sampah selama arus mudik dan balik Lebaran, namun intensitas pembuangan sampah masyarakat masih tinggi bahkan setelah periode tersebut.

Sebagai upaya jangka panjang, DLH Sumenep mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan sampah, terutama dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memanfaatkan sampah organik.

“Kami harap masyarakat mulai mengurangi sampah sekali pakai dan mengelola sampah organik, karena di pasar ini dominannya sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran,” katanya.

Dengan langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan persoalan sampah di kawasan pasar dapat ditangani secara lebih optimal ke depannya.(Apo)

Komentar