SUMENEP, Bongkar86.com — Nasib apes dialami oleh Ramli Fawaid seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, jadi korban penganiayaan saat menjalankan tugas pelayanan kesehatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) pada Minggu, 4 Januari 2026 kemarin sekitar pukul 10.10 WIB.
Kasus tersebut telah dilaporkan korban ke SPKT Polsek Kota, Polres Sumenep. Kini kasus tersebut tengah diselidiki polisi untuk mengungkap pelakunya.
“Iya sudah laporan, Mas. Dalam proses penyelidikan ya,” kata Kanit Reskrim Polsek Kota AIPTU Nurul Huda. Minggu 11/01/2026
Diberitakan sebelumnya, Insiden bermula ketika dua pasien korban kecelakaan lalu lintas dibawa ke UGD Puskesmas Batuan oleh masing-masing keluarga untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Ya mas benar, korban ( Nakes) bernama Ramli Fawaid, ” ucap AKP Widi
Menurut AKP Widiarti, laporan korban sudah kami terima dan saat ini masih dilakukan pendalaman serta penyelidikan untuk mengungkap peristiwa secara utuh dan menentukan langkah hukum selanjutnya, ” terangnya
AKP Widiarti menjelaskan bahwa saat kejadian, korban Ramli Fawaid bersama sejumlah tenaga medis lainnya tengah fokus melakukan tindakan medis terhadap pasien.
Namun, suasana di ruang UGD mendadak memanas akibat cekcok mulut antara dua keluarga pasien di dalam ruangan.
“Sehingga untuk menjaga kondusivitas dan agar penanganan medis berjalan optimal, korban meminta pihak keluarga pasien menunggu di luar ruang UGD.
Permintaan tersebut disampaikan dengan maksud agar tenaga kesehatan dapat lebih fokus menyelamatkan pasien.
Bahkan, salah satu anggota keluarga pasien diduga tersinggung dan menanggapi dengan nada tinggi, sehingga adu argumen tidak terhindarkan.
“Korban sudah menegaskan tidak memiliki waktu untuk berdebat karena pasien harus segera ditangani,” jelasnya.
Situasi semakin memanas ketika seorang perempuan dari pihak keluarga pasien menyatakan akan membawa pasien ke fasilitas kesehatan lain sambil merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel.
Korban kemudian berusaha menghalangi perekaman demi menjaga ketertiban dan privasi pelayanan medis, yang kembali memicu cekcok mulut.
Melihat kondisi semakin tidak kondusif, rekan-rekan sesama tenaga medis berupaya mengamankan korban dengan membawanya ke ruang jaga perawat.
Namun, salah satu anggota keluarga pasien yang mengenakan baju biru dan songkok kopyah diduga mengejar korban dan berusaha memiting lehernya.
Korban sempat berupaya melepaskan diri.
“Tak berhenti di situ, dari arah belakang, anggota keluarga pasien lain yang mengenakan baju merah diduga memukul kepala korban dan mendorong tubuh korban,” tambah AKP Widiarti.(Apo)







Komentar