SUMENEP, Bongkar86.com -Imbas tragedi yang menimpa driver ojek online, Affan. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) geruduk Polres Sumenep, Madura Jawa Timur, Sabtu 30/8/2025
Bahkan, usai ditemui oleh Bapak Kapolres AKBP Rivanda S.I.K dengan humanis duduk bersila di aspal, menjelang beberapa menit massa aksi langsung membubarkan diri dan pindah posisi dengan mendatangi kantor DPRD Sumenep.
Kerana massa aksi tidak kunjung ditemui oleh Ketua DPRD dan Wakil DPRD, maka massa aksi langsung membakar ban bekas hingga pagar depan kantor DPRD di bakar.
Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) Ikut turun ke jalannya mereka, untuk membuktikan kondisi Indonesia yang sedang tak baik. Entah itu parlemen maupun aparat penegak hukum yang sedang berada pada situasi mengenaskan.
“Harusnya saat bulan kemerdekaan kami sedang bernyanyi tentang kemerdekaan tapi aparat negara menunjukkan caranya menjajah yang apik dan sempurna. Rakyat hari ini sudah muak dengan drama aparat negara dan parlemen,” teriak peserta aksi di depan
AMS menilai tragedi tanggal 28 Agustus kemarin merupakan pengulangan kembali represi Polri terhadap masyarakat sipil yang sedang memperjuangkan haknya dan berbicara tentang keadilan.
“Meninggalnya saudara kami yang dilindas oleh anggota Polri menggunakan Barakuda adalah proses terstruktur pembunuhan yang terencana, karena kami yakin anggota Polri yang bertugas tidak dalam kondisi mabuk dan tidak dalam pengaruh alkohol,” tegas massa aksi AMS.
Selain menagih pengusutan tuntas dan berkeadilan atas kematian Affan. AMS juga menuntut Kapolri sebagai pucuk pimpinan tertinggi kepolisian, diminta harus bertanggung jawab dengan mundur dari jabatannya. “Kami datang untuk menagih kematian saudara kami. Maaf saja tak cukup,” tandasnya.(Tim/Red)
Komentar