Turnamen Mini Soccer U-13, Bupati Sumenep Dorong Lahirnya Talenta Muda

Olahraga1263 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong pembinaan sepak bola dilakukan sejak usia dini sebagai upaya menyiapkan talenta muda daerah yang dapat berkembang hingga jenjang profesional. Hal tersebut disampaikan Achmad Fauzi saat membuka turnamen mini soccer U-13 yang diikuti 23 tim dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) jenjang sekolah dasar se-Kabupaten Sumenep yang berlangsung di Stadion Ahmad Yani, Kamis 1 Oktober 2026

Bupati mengatakan, turnamen mini soccer tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari pemenang atau mencetak gol. Menurutnya, kompetisi usia dini merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Ia meminta seluruh peserta bertanding dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Para pemain juga diminta tidak takut kalah karena keberanian untuk bermain, berusaha, dan terus belajar menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

“Bagi saya, mini soccer ini bukan hanya sekadar siapa yang menang, siapa yang mencetak gol, atau siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola. Jangan takut kalah. Yang paling penting adalah berani bermain, berani berusaha dan terus belajar menjadi lebih baik. Jangan ada gesekan, jangan ada perkelahian. Ini sepak bola,” kata Achmad Fauzi.

Menurutnya, pembinaan sejak sekolah dasar penting untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter pemain. Proses tersebut membutuhkan waktu sehingga talenta yang ditemukan pada kelompok usia U-13 dapat terus dipantau dan dikembangkan.

“Pemerintah daerah hari ini memang berpikir serius bagaimana agar generasi muda dari U-13 ini, meskipun memang mini soccer, harapannya nanti ada bibit-bibit yang berpotensi menjadi atlet sepak bola yang ke depannya bisa diandalkan,” ujarnya.

Ia menilai, jika pembinaan baru dilakukan pada usia yang lebih tinggi, proses pembentukan kemampuan dan karakter pemain akan menjadi lebih sulit. Karena itu, pembinaan diharapkan dimulai sejak tingkat SD dan dilanjutkan secara berjenjang.

“Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, secara kemampuan dan karakter dalam bermain itu agak susah dibentuk dalam pembinaan. Maka yang kita harapkan dari SD sudah mulai ada pesepak bola yang bisa kita bina ke depannya untuk jangka panjang. Tahun ini kita coba jenjangkan, dari mini soccer U-13 terus sampai U-17. Harapannya memang muncul pemain-pemain yang sangat siap di Kabupaten Sumenep untuk terus diperhatikan secara profesional,” ucapnya

Turnamen mini soccer ini akan berlangsung selama 3 hari hingga babak final. Bupati berharap turnamen mini soccer U-13 tersebut dapat berlangsung lancar dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola di Kabupaten Sumenep.

Komentar