SUMENEP, Bongkar86.com – Rutan Sumenep menerima kunjungan edukasi dari 47 siswa TK/RA Darul Jalal yang didampingi oleh 6 orang guru. Kegiatan bertujuan mengenalkan seni dan budaya Indonesia sejak usia dini melalui program pembinaan kemandirian Batik Catra serta kesenian musik tradisional saronen yang dimainkan oleh warga binaan Rutan Sumenep.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal secara langsung proses pembuatan batik, mulai dari tahapan pengerjaan kain hingga menjadi karya bernilai seni. Selain itu, mereka juga memperkenalkan musik tradisional saronen melalui pertunjukan yang dibawakan oleh warga binaan. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menyaksikan proses membatik, serta menikmati alunan musik tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal.
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyambut baik terlaksananya kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, Rutan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan pelatihan bagi warga binaan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal berbagai kegiatan positif di dalamnya.
“Kami menyambut baik kunjungan ini karena anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus mengenal seni membatik dan musik tradisional secara langsung. Kami ingin mengubah stigma bahwa Rutan dan Lapas merupakan tempat yang menyeramkan menjadi ruang yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan membatik dan musik tradisional saronen merupakan bagian dari upaya mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta potensi seni warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat untuk mendukung kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kunjungan edukasi, Rutan Sumenep berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat, meningkatkan pemahaman tentang kegiatan pelatihan pemasyarakatan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Indonesia sejak dini.













Komentar