Mini Soccer U-13 Resmi Dibuka Bupati Fauzi, 23 Tim Jadi Panggung Talenta Muda Sumenep

Olahraga2367 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Lapangan hijau Stadion Ahmad Yani Sumenep menjadi panggung bagi puluhan pemain muda menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebanyak 23 tim sekolah dasar ambil bagian dalam turnamen mini soccer U-13 yang dibuka Bupati Sumenep Dr. H.Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH Kamis (1/10/2026).

Turnamen tersebut bukan sekadar pertandingan untuk mengejar kemenangan. Di balik perebutan gol dan trofi, Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menjadikan kompetisi usia dini sebagai pintu masuk pembinaan sepak bola yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH mengatakan, pembinaan sepak bola harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, kelompok usia sekolah dasar menjadi salah satu ruang penting untuk menemukan pemain yang memiliki potensi berkembang hingga jenjang profesional.

“Mini soccer ini bukan hanya sekadar siapa yang menang, siapa yang mencetak gol atau siapa yang menjadi juara. Ini bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Ia meminta para pemain tampil berani selama pertandingan. Namun, keberanian tersebut harus berjalan bersama sportivitas agar kompetisi menjadi pengalaman positif bagi anak-anak yang sedang membangun kemampuan dan karakter.

“Jangan takut kalah. Yang paling penting berani bermain, berani berusaha dan terus belajar menjadi lebih baik. Jangan ada gesekan, jangan ada perkelahian. Ini sepak bola,” ujarnya.

Menurut Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menemukan talenta sepak bola tidak cukup hanya melalui satu pertandingan. Pemain yang menunjukkan kemampuan perlu dipantau dan mendapatkan pembinaan secara bertahap agar potensinya dapat berkembang sesuai usia.

“Pemerintah daerah berpikir serius bagaimana generasi muda dari U-13 ini bisa menjadi bibit yang berpotensi menjadi atlet sepak bola dan ke depannya dapat diandalkan,” ungkap Bupati Fauzi.

Karena itu, pola pembinaan akan diarahkan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah dasar. Pemerintah daerah berharap kompetisi usia U-13 dapat menjadi bagian awal dari proses panjang menuju kelompok usia berikutnya.

“Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, kemampuan dan karakter dalam bermain agak sulit dibentuk. Tahun ini kita coba jenjangkan dari mini soccer U-13 sampai U-17,” pungkasnya.

Ia berharap lahir pemain-pemain muda Sumenep yang memiliki kemampuan, karakter, mental bertanding, serta kesiapan untuk mendapatkan pembinaan secara lebih serius. Dengan demikian, kompetisi tidak berhenti sebagai agenda olahraga semata.

Turnamen mini soccer U-13 tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga babak final. Sebanyak 23 tim dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) jenjang sekolah dasar se-Kabupaten Sumenep mengikuti kompetisi tersebut.

Melalui kompetisi ini, pembinaan sepak bola usia dini diharapkan memiliki kesinambungan. Talenta yang muncul dari sekolah dasar dapat terus dipantau, dikembangkan, dan diarahkan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi di Kabupaten Sumenep.

Komentar