Melestarikan Budaya dan Tradisi Daerah, Pembagian Daging Kurban, Dinsos P3A Sumenep Menggunakan Wadah Terbuat dari Daun Siwalan (Cobbu’)

Infrastruktur162 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pembagian daging kurban kepada penerima, Dinas Sosial P3A Sumenep, Madura Jawa Timur, menggunakan sebuah wadah yang terbuat dari anyaman daun lontar (Daun siwalan) biasa disebut cobbu’.

Hal itu sesuai surat edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2024 tersebut tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini tanpa sampah plastik yang dikeluarkan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Bupati Sumenep Nomor 83 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Kabupaten Sumenep Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Bupati mengimbau untuk melaksanakan pembagian daging kurban tanpa kantong plastik sebagai wujud implementasi program pengurangan dan penanganan sampah melalui keterlibatan masyarakat.

Sehingga, dengan dikeluarkan SE Bupati Sumenep, Dinas Sosial P3A Sumenep langsung mengambil langkah dengan cara menggunakan wadah yang terbuat dari anyaman daun siwalan.

“Pembagian daging kurban, kita menggunakan cobbu” sebagai wadahnya, ” kata Kadis Sosial P3A Sumenep Mustangin saat ditemui dalam acara penyerahan hewan kurban secara simbolis. Senin 17/06/2024

Menurut Mustangin menjelaskan bahwa Cobbu’ itu dulunya merupakan sebagai wadah zakat fitrah yang menjadi salah satu budaya turun-temurun warga Sumenep.

Lanjut Mustangin, Cobbu’ memang kelihatan sederhana, tapi warga Sumenep dulu saat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk beras atau jagung selalu identik dengan wadah cobbu’ tersebut.

Sehingga, untuk menyelamatkan budaya tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memerintahkan pada kami (Dinsos P3A Sumenep red) pembagian daging kurban harus menggunakan Cobbu’.

Mustangin menambahkan, menggunakan Cobbu’ selain menyelematkan budaya juga mengurangi penanganan sampah.(Apo)

Komentar