MEC Sumenep 2026: “Keraton Sumenep” Angkat Kekayaan Sejarah dan Budaya Daerah

Sosial Budaya599 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Madura Ethnic Carnival (MEC) Sumenep 2026 hadir dengan mengusung tema “Keraton Sumenep”, sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah, kebudayaan, serta kekayaan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumenep.

Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri mengatakan, pihaknya memilih tema “Keraton Sumenep” bukan sekadar menghadirkan kemeriahan dalam sebuah perhelatan budaya, tetapi menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali warisan sejarah Sumenep kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

“Keraton Sumenep memiliki nilai historis dan filosofis yang sangat kuat, baik bangunan, ornamen, simbol, hingga perjalanan sejarah Keraton Sumenep menjadi sumber inspirasi dalam berbagai karya kreatif dalam pelaksanaan MEC 2026,” kata M. Hariri di sela-sela MEC, di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (19/09/2026).

Mengambil tema Keraton Sumenep, karena memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa, sehingga kami melalui MEC 2026 ingin mengemas warisan tersebut menjadi sebuah pertunjukan yang menarik, kreatif, dan tetap memiliki nilai edukasi.

KJS mengharapkan, MEC Sumenep 2026 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi salah satu ruang bagi para pelaku  seni, desainer, komunitas, dan generasi muda untuk berkreasi sekaligus mengenalkan identitas budaya Kabupaten Sumenep.

“Keraton Sumenep bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang peradaban dan kebudayaan Sumenep, sehingga ingin mengangkat nilai-nilainya melalui kreativitas peserta MEC,” terangnya.

Penyelenggaraan MEC Sumenep 2026 menjadi momentum untuk memperkuat promosi budaya dan pariwisata daerah, dengan kemasan yang kreatif dan atraktif menjadi minat masyarakat luar daerah yang tertarik untuk mengenal sejarah serta destinasi budaya Kabupaten Sumenep.

Harapannya, MEC Sumenep 2026 mampu menjadi panggung kebudayaan yang membanggakan, demi menghidupkan, mengembangkan dan mengenalkannya tanpa kehilangan jati dirinya,” ungkapnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan pelaksanaan MEC yang dilaksanakan setiap tahun, supaya memberikan dampak positif bagi pengembangan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata daerah,” pungkas M. Hariri.

Komentar