DPRD Sumenep Dorong Nilai Moral Pesantren dalam Pelayanan Masyarakat

Nasional3065 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, S.H., menyebut nilai-nilai kepesantrenan perlu menjadi bagian dari etika berpolitik dan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Hal itu disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026).

Menurut Zainal, peringatan Hari Santri memiliki makna tersendiri bagi DPRD Sumenep. Sebab, sebagian besar pimpinan dan anggota dewan memiliki latar belakang pesantren.

“Hari ini kan Hari Santri Nasional. Tidak hanya di sini, di Pemda tadi ada upacara Hari Santri Nasional. Di kantor DPRD, ada paripurna, ya ditunjukkan ke-santriannya,” ujarnya.

Ia menyebut, sekitar 99,90 persen anggota DPRD Sumenep berasal dari kalangan pesantren, termasuk dirinya. Latar belakang tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari identitas lembaga legislatif di Kabupaten Sumenep. Namun, saat ditanya mengenai cara menerapkan nilai-nilai pesantren dalam kepemimpinan dan strategi politik, Zainal memilih tidak mengungkapkannya secara terperinci.

“Kalau cara tidak saya sampaikan di forum ini. Kalau cara pesantren saya berpolitik disampaikan di forum ini atau menjawab pertanyaan Anda, maka Anda juga alumni pesantren akan meniru gaya politik saya. Itu harganya mahal bagi saya,” katanya.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali peran pesantren dalam membentuk karakter, moral, dan tanggung jawab sosial.Zainal berharap nilai-nilai yang diajarkan di pesantren dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas DPRD, terutama dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk kepentingan masyarakat Sumenep. Dengan demikian, latar belakang santri tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Komentar