DLH Sumenep Tak Berhenti di Pantai Badur, Stadion A. Yani Jadi Sasaran Aksi Bersih WCD 2026

Infrastruktur3120 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep kembali menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sebagai rangkaian World Clean Up (WDC) 2026 kali ini, kegiatan dipusatkan di kawasan stadion A. Yani Kabupaten Sumenep, Rabu (23/09/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep “Anwar Syahroni” mengatakan, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari aksi bersih-bersih yang sebelumnya digelar di Pantai Badur. Aksi di stadion dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Tujuannya agar lingkungan di sekitar stadion, supaya anak-anak muda yang bermain bola dan berolahraga lebih nyaman, sekaligus kita memberikan edukasi langsung, ujar “Anwar Syahroni.”

Aksi bersih-bersih tersebut melibatkan Kodim 0827 / Sumenep, Yonif Batalyon Satrio Jokotole, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dukungan juga diberikan Damkar dan Bataliyon melalui penyiraman rumput dan area tribun stadion.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi pelajar yang berada di sekitar lokasi. DLH Kabupaten Sumenep mengajak mereka untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dikawasan stadion.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep memastikan aksi kebersihan tidak terhenti pada momentum World Clean Up Day (WDC) 2026. Selain kegiatan rutin seluruh OPD setiap Jumat, DLH akan melakukan aksi bersih-bersih secara berkala di sejumlah lokasi.

“Secara berkala kita juga langsung mengambil inisiatif untuk melakukan momen-momen aksi bersih-bersih,” katanya.

DLH Kabupaten Sumenep juga membuka koordinasi dengan kelompok masyarakat, pemuda, dan komunitas yang menggelar kegiatan kebersihan. Dukungan diberikan dengan turun langsung bersama komunitas dalam kegiatan yang telah dikoordinasikan.

Sebelumnya, Pantai Badur dipilih sebagai lokasi aksi WDC karena merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sumenep. Kondisi musim dengan ombak yang cukup besar juga menjadi pertimbangan karena berpotensi membawa sampah ke kawasan pesisisr.

“Bagi kami, sisi kebersihan itu bagian dari pariwisata,” tegasnya.

“Anwar Syahroni” berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kebersihan Kabupaten Sumenep, mulai dari masyarakat, stakeholder, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, komunitas hijgga insan pers.

“Kita bersama-sama menjaga Sumenep agar tetap bersih,” pungkasnya. (Ucik/Yitno)

Komentar