Bijak Bermedsos, Babinsa Bekali Pelajar SMPN 1 Ambunten Literasi Digital

Uncategorized4121 Dilihat

​SUMENEP, Bongkar86.com – Di tengah derasnya arus konten viral dan notifikasi yang tak ada habisnya, pelajar SMPN 1 Ambunten mendapatkan pesan penting agar tidak terseret arus negatif dan menjadi korban dari media sosial.

Pesan itu disampaikan Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten, Ahmad Yulianto, saat memberikan pembinaan wawasan kepada siswa-siswi SMPN 1 Ambunten, Kecamatan Ambunten, Jumat (06/11/2026).

Tidak dengan ceramah kaku, Ahmad Yulianto mengajak pelajar berdiskusi soal keseharian mereka, yakni berapa jam main HP, konten apa yang paling sering dibuka, hingga pernahkah mereka ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

“HP itu alat. Kalau kalian yang mengendalikan HP, HP akan bermanfaat. Tapi kalau HP yang mengendalikan kalian, belajar jadi tertinggal, emosi mudah terpancing, dan masa depan bisa terganggu,” tegasnya.

Dalam upaya membentengi generasi muda di era kemajuan teknologi, Ahmad Yulianto memberikan pesan penting kepada para pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan ruang digital.

Ia menekankan tiga poin utama yang wajib diperhatikan oleh setiap siswa dalam menggunakan media sosial sehari-hari.

​Pertama, para pelajar diingatkan untuk selalu menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Mereka diminta agar tidak mudah ikut-ikutan menyebarkan berita, foto, atau video yang belum tentu kebenarannya, melainkan harus mengecek sumber terlebih dahulu atau berkonsultasi dengan guru dan orang tua.

Kedua, Ahmad Yulianto menyoroti pentingnya menjaga jejak digital, karena segala sesuatu yang diunggah saat ini akan terekam dalam jangka panjang dan berpotensi memengaruhi masa depan, seperti saat melamar pekerjaan atau kuliah.

Terakhir, ia mengingatkan agar siswa senantiasa mendahulukan disiplin di atas gawai dengan tidak mengorbankan waktu sekolah, semangat belajar, maupun waktu istirahat akibat begadang bermain media sosial dan game daring.

“Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat. Untuk belajar, berkarya, dan hal-hal positif. Kalian harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak,” ujarnya.

Selain materi wawasan digital, Babinsa juga mengajak siswa mempraktikkan latihan baris-berbaris. Latihan ini menjadi sarana melatih kekompakan, konsentrasi, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab.

Pihak sekolah menyambut baik pembinaan ini. Menurut guru, kehadiran Babinsa memberi warna berbeda karena pelajar lebih mendengarkan pesan disiplin dan literasi digital jika disampaikan langsung oleh sosok TNI yang tegas namun dekat dengan anak muda.

Pemkab Sumenep mengapresiasi peran Babinsa yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif menjadi pembina karakter pelajar. Di tengah tantangan era digital, sinergi antara TNI, sekolah, orang tua, dan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk melahirkan generasi Kabupaten Sumenep yang cerdas, disiplin, dan bijak bermedia sosial. ( Iad, Apo )

Komentar