SAMPANG, Bongkar86.com — Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sampang Evi Slamet Junaidi dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Sariroh Mahfudz menghadiri Sosialisasi Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Halaman Makam Rato Ebuh, Selasa (22/9/2026).
Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sampang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sampang, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sampang, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Gemarikan digelar di ruang terbuka guna menjangkau masyarakat yang lebih luas dalam upaya percepatan penurunan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini dikemas melalui kolaborasi aktif antarperangkat daerah.
“Selain edukasi gizi, acara ini memadukan gelar produk UMKM olahan perikanan dan pertanian, pasar tebus murah, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Fajar juga menegaskan bahwa ibu rumah tangga memegang peran sentral sebagai pengendali pola makan dan penentu kesehatan keluarga.
“Sosialisasi ini menempatkan para ibu sebagai garda terdepan dalam pengentasan stunting di Kabupaten Sampang, sekaligus menjadi wadah untuk memamerkan kreativitas hasil olahan pangan lokal,” ucapnya.
Senada dengan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sampang sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), Evi Slamet Junaidi, mengajak seluruh ibu rumah tangga untuk pandai mengelola konsumsi keluarga dengan senantiasa menghidangkan menu ikan di meja makan. Menurutnya, pemenuhan gizi anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus.
“Ibu-ibulah yang mengelola keuangan rumah tangga. Saya berpesan, meskipun anggaran sedikit atau banyak, tetap harus ada ikan di meja makan. Ikan bukan hanya lezat, tetapi juga sumber protein yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak dan membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Evi juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir dan permukiman nelayan, agar tidak menjadikan hasil perikanan sekadar komoditas dagang.
“Jangan sampai ikan yang kita miliki hanya menjadi komoditas untuk dijual. Mari kita pastikan manfaatnya kembali ke keluarga dalam bentuk konsumsi pangan yang bergizi. Dari meja makan keluarga, kita dapat memulai perubahan besar untuk menciptakan generasi yang lebih sehat,” tegasnya.
Guna mengatasi kebosanan anak-anak terhadap menu ikan, Evi memberikan tips praktis agar para ibu lebih kreatif mengolah ikan menjadi aneka variasi jajanan sehat yang digemari anak, seperti pepes, nugget, siomay, hingga bakso ikan. Menurutnya, mengolah ikan sesungguhnya sangat praktis dan tidak rumit.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, Forikan, kader masyarakat, dan para pelaku usaha terus diperkuat guna meningkatkan angka konsumsi ikan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sampang. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap gerakan makan ikan tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan menjelma menjadi kebiasaan dan gaya hidup sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat.







Komentar