Tahun ini, PT Garam Targetkan Produksi Garam Capai 450 Ribu Ton, Petani Minta Stabilitas Harga Juga Perhatikan

0
362

Sumenep, Bongkar86. Com – PT Garam (Persero) tahun 2019 ini menargetkan untuk produksi garam mencapai 450 ribu ton, dengan alasan musim produksi tahun ini lebih bagus dibanding tahun sebelumnya.

Dimana pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Garam, Budi Sasongko disela-sela peresmian kantor PT Garam yang transisi lagi ke Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang berlokasi di Jl. Raya Kalianget.

Sesuai informasi dari BMKG, musim kemarau tahun 2019 lebih panjang dibanding tahun lalu, sehingga musim produksi garam juga akan lebih panjang dan target produksi tersebut akan tercapai bahkan bisa melampauinya.

Target produksi garam tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 300 ribu ton,” kata salah satu warga Kalianget yang tidak mau namanya disebut.

“Namun, Dengan target produksi yang di sampaikan oleh Dirut PT Garam (Persero), seharusnya bukan hanya target produksi garamnya saja, melainkan bagaimana PT Garam bisa memberikan solusi terkait stabilitas harga, karena masalah harga yang diharapkan petani garam khususnya diKabupaten Sumenep, “jelasnya. Senin 8/4/2019

Bahkan, petani garam sangat menjerit dari tahun ke tahun tidak mendapat solusi keberpihakan pada petani garam, ” terangnya

“Apalagi untuk saat ini kantor PT Garam sudah kembali ketempat asalnya, dan sudah seharusnya jadi solusi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya bagi petani garam. Kalau tidak memberikan manfaat pada masyarakat itu perlu dipertanyakan, ” ucapnya

Bahkan tidak hanya masyarakat petani garam atau pekerja garam yang memberikan kecaman, dikalangan aktivis pun juga berikan komentar seperti yang sempat diberitakan beberapa media sebelum masa peresmian, ” tuturnya

“Kembalinya PT Garam ke Sumenep harus memberikan dampak yang positif, khususnya masyarakat sekitar. Jangan sampai tetap dengan kebiasaan lamanya,” terang Zen, Mantan Ketua Aktivis Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS).

Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak transparan, juga Program Kemitraan dan Bina lingkungan (PKBL) yang tidak di realisasikan yang wajib hukumnya bagi setiap perusahaan BUMN, ” ungkapnya.(Yas/Apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here