Sejumlah Aktivis Mahasiswa Ngeluruk Kantor DPRD Sumenep Adanya Pungli Penarikan Retribusi di Pasar Tradisional

0
431

Sumenep, Bongkar86. Com – Menindaklanjuti aksi demontrasi ke disperindag waktu lalu, terkait adanya pungli atau penarikan retribusi kepada pedagang di pasar tradisional, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Intelektual Mahasiswa (LIMA) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sumenep. Senin (23/07).

LIMA dan FKMS sudah merasa jenuh dan menganggap pihak Disperindag tidak serius dalam menangani masalah tersebut. Mereka bermaksud untuk melakukan audensi guna menyampaikan aspirasi serta mengadukan adanya dugaan pungli atas penarikan retribusi karcis yang ada di pasar tradisional Sumenep ke Komisi II DPRD Sumenep.

“Ini tindak lanjut dari aksi demonstrasi kita ke Disperindag beberapa waktu lalu, mengenai adanya penarikan retribusi kepada sejumlah pedagang di Pasar tradisional Sumenep yang tidak sesuai dengan nominal yang tertulis di karcis, karcisnya tertulis Rp. 1.500, tapi ditariknya ada yang Rp. 2.000 atau Rp. 3.000,” Ungkap Ketua Lima, Sofyan Mahatma.

Sofyan menjelaskan, Disperindag dalam hal ini tidak bisa bertindak cepat dan tegas, karena Disperindag selama ini terkesan tetap membiarkan adanya praktek terlarang tersebut, padahal sebelumnya sejumlah mahasiswa telah melakukan aksi demonstrasi dan audensi di Kantor Disperindag Sumenep.

“Kita sudah beberapa kali mendatangi Kantor Disperindag, kami adukan adanya temuan kami tentang praktek pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum di Pasar Tradisional Sumenep, namun sampai hari ini Disperindag tetep diam dan tidak mau bertindak tegas, maka kami minta Komisi II (DPRD Sumenep) mengusut tuntas pungli ini,” Sambung Ketua FKMS, Sutrisno.

Dari hasil audiensi,akhirnya Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi akan menindaklanjuti aduan mahasiswa tentang adanya dugaan praktek pungli di sejumlah pasar tradisional di Sumenep tersebut. Bahkan pihaknya berjanji akan turun langsung ke lapangan.“Untuk cari data pendukung, kalau memang benar ada pungli, kita akan catat dimana lokasinya,” Ungkapnya.

Bambang juga menjelaskan, adanya subsidi silang pada nominal penarikan karcis dengan fakta penarikan uang karcis itu tidaklah benar.“Setelah kita pelajari, subsidi silang itu tidak ada, meski di Perda atau Perbup tidak mengenal itu, kalau retribusinya 100 rupiah ya 100 rupiah, tidak ada ceritanya 100 rupiah lalu 50 rupiahnya masuk ke pemerintah,” Tegas Politisi PDIP tersebut.

DPRD Sumenep juga berjanji,secepatnya akan mempertemukan kembali Akfivis mahasiswa yang melakukan audensi tersebut dengan pihak Disperindag Sumenep. “Kita akan mempertemukan keduannya dengan tujuan untuk memperbaiki sistem,” Tegasnya.( And/Apo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here