Sejak Umur 31 Tahun Dokter Cantik dan Ramah Dipercaya Pimpin Puskesmas Pasongsongan

0
852
Foto: Kepala Puskesmas Pasongsongan drg. Yenny Tri Suci, M.Kes

Sumenep, Bongkar86. Com – Yenny Tri Suci, Perempuan muda kelahiran Medan, 19 Januari 1982 dengan paras cantik dan berkulit putih merupakan perempuan dengan kompetensi yang mempuni, di usia yang cukup muda iya sudah dipercaya memimpin salah satu Puskesmas di Sumenep yakni, Puskesmas Pasongsongan.

Keseharian Yenny, dengan menggunakan hijab, senyumnya selalu enak dan nyaman dipandang oleh setiap orang yang bertatap muka dengannya.

Setiap ketemu dengannya, pasti disambut dengan senyum menawan sehingga, masyarakat yang datang, baik pasien maupun masyarakat luar akan merasa nyaman menatapnya.

Yenny panggilan akrabnya, sejak tahun 2013 dirinya dipercaya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep untuk menempati pucuk pimpinan sebagai Kepala Puskesmas Pasongsongan.

Riwayat pendidikan Yenny, Dokter muda ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) di Universitas Air Langga (Unair) Surabaya dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 Magister Kesehatan di UNS.

Yenny bercerita, sejak diterima tes CPNS pada tahun 2009 dan memulai karirnya sebagai dokter GiGi dan Abdi Negara di Pulau Kangen Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep untuk melayani kesehatan masyarakat kepulauan.

Lanjut Yenni, waktu penempatan di pulau Kangean itu cukup melelahkan. Sebab belum terbiasa tinggal di wilayah yang jauh dari kota apalagi tinggal di pulau. Senin 2/9/2019

“Untuk pulang kerumah kami harus menunggu bagus tidaknya cuaca ditengah lautan,”

Dimulai sejak tahun 2013, dengan segala potensi yang dia miliki kumudian Dinas Kesehatan Sumenep mempercayainya dan melantik dirinya menjadi Kepala Puskesmas Pasongsongan diamana pada waktu itu dirinya masih berumur 31 tahun.

Dibanding dengan penugasan di tempat sebelumnya, di sini memang sudah cukup ramai. Bahkan jarak pulang ke rumah hanya ditempuh beberapa jam saja ke kota.

“Melihat jumlah penduduk di Kecamatan Pasongsong yang cukup banyak, otomatis pelayanan kesehatan juga harus maksimal,” imbuhnya.

Tidak hanya menjalani tugas sebagai pemimpin di puskesmas saja, disela-sela kesibukannya dirinya juga berbaur dengan masyarakat sekitar baik anak muda maupun orang tua, tokoh masyarakat, aparat desa dan sekolah. Ia lakukan agar masyarakat Pasongsongan bisa semakin dekat dengan profesi dokter dan tidak sungkan saat akan berobat ke Puskesmas.

Pihaknya terus berusaha mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat, mencegah sakit. Bahkan, dirinya mengajak masyarakat untuk datang ke puskesmas jangan saat sedang sakit saja, namun datang untuk berkonsultasi agar hidup sehat,

Sebagai pemimpin di puskesmas Pasongsongan, Yenny mempunyai gagasan Inovasi untuk memajukan puskesmas dan masyarakat khususnya dibindang kesehatan agar masyarakat hidup sehat dan jauh dari penyakit yaitu ada 2 program yang ia bentuk diantaranya :

1. GEPI (GERAKAN PEDULI IBU)

2. GENTOSS TB ( GERAKAN TEMUKAN, OBATI SAMPAI SEMBUH PENYAKIT TB)

Yenny menambahkan, 6 tahun di sini kami sudah berasa betah , selain masyarakatnya sangat ramah juga begitu peduli dengan kesehatan mereka.

Terakhir Yenny menegaskan, dengan pengalaman penempatan tugas sebelum-sebelumnya, kedepan apabila kami dipindah tugas, ditempat manapun kami siap karena memang tugas seorang dokter seperti kami, harus hadir untuk melayani kesehatan masyarakat dimanapun ditugaskan.(naf/rest/apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here