Satgas Raider 300 Kembali Membongkar Ladang Ganja di Papua

0
30

Papua, Bongkar86.com – Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, yang di pimpin oleh Pasi Intel Satgas Raider 300 Lettu Inf Yudha Hanggara melaksanakan pembongkaran ladang ganja di wilayah Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provisi Papua.

Hal tersebut yang di sampaikan oleh Dansatgas Yonif Raider 300/Bjw, Letkol Inf Ary Sutrisno S.I.P dalam release tertulisnya di Kab. Keerom, Rabu (19/02/2020).

Dari informasi yang diperoleh merupakan hasil dari pengembangan pemilik kebun ganja atas nama L (35) yang sebelumnya ditangkap oleh Tim Patroli Satgas Yonif Raider 300/Bjw, pada hari Jumat 14 Februari 2020 bahwa di daerah Kampung Kalilapar masih ada ladang ganja yang di tanam.

Dengan sigap Pasi Intel Satgas Yonif Raider 300 Bjw, Lettu Inf Yudha Hanggara dengan kekuatan 8 Personel dan Tim dari BNN Jayapura yang dipimpin oleh Kabid Pemberantasan Narkoba AKBP Imam Safi’i serta Satgasban Intel bergerak ke lokasi yang di informasikan terdapat 2 lokasi ladang ganja.
Dari kesabaran Tim Gabungan menelusuri hutan yang berada di wilayah Kampung Kalilapar akhirnya di lokasi pertama ditemukan ladang yang di tanami pohon ganja sebanyak 34 batang, selanjutnya Tim berangkat menuju lokasi kedua dan menemukan pohon ganja sebanyak 39 batang.

Tim Gabungan mencabut seluruh pohon ganja yang ada di 2 lokasi lahan ganja tersebut, terdiri dari :
73 batang pohon ganja yang terdiri dari ukuran :

– 8 batang pohon ganja dengan ukuran 2 Meter.
– 15 batang pohon ganja dengan ukuran panjang 1 Meter.
– 36 batang pohon ganja dengan ukuran 40 Cm.
– 14 batang pohon ganja dengan ukuran 25 cm.

Barang Bukti Tersebut Langsung di Musnahkan Oleh Tim Gabungan di Pos Kalilapar Satgas Raider 300. Selanjutnya barang bukti tersebut langsung di musnahkan oleh Tim Gabungan di Pos Kalilapar Satgas Raider 300 atas hasil koordinasi Dansatgas Yonif Raider 300/Bjw dan Kabid Pemberantasan Narkoba.

Semoga dengan ini dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku-pelaku yang menyalah gunakan Narkotika, sehingga di wilayah Papua menjadi aman dari masalah obat-obatan terlarang tersebut.(Di/tim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here