Reaktivasi Rel Kereta Api di Madura Tuai Kritik Dari Aktivis GMNI

0
1541
Ilustrasi

Pamekasan, Bongkar86. Com – Pemerintah Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia berencana akan mengaktifkan kembali jalur kereta api di Madura. Wacana tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2030 mendatang.

Kepala Sub Bidang Prasarana Wilayah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pamekasan Siti Masrihati mengatakan, pihaknya sudah mengajukan jalur baru untuk reaktivasi rel kereta api di Madura. Ia beralasan untuk jalur yang lama sudah tidak bisa digunakan lantaran sudah beralih fungsi.

“Mayoritas sudah ditempati oleh pemukiman, khususnya sepanjang jalan raya Tlanakan,” Jelasnya. Siti Masrihati. Minggu 24/2/2019.

Menurut Sri, Jalur baru yang diajukan oleh pihaknya sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Namun, ia mengaku hal tersebut memerlukan biaya besar untuk pembebasan lahan, ” Terangnya.

“Kalau memaksa menggunakan lahan lama, maka akan mendapatkan penolakan dari penduduk yang menempati lahan lama bekas jalur kereta api,” Ujarnya

Saat ditanya mengenai jalur reaktivasi rel kereta api, Sri masih enggan mengumumkan wilayah mana saja yang akan dijadikan tempat untuk pembangunan rel kereta, ” Ucapnya.

“Kalau sudah final, baru kami umumkan,” Ujarnya.
Rencana pemerintah tersebut, nyatanya menuai kritik dari salah satu Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan, Addarori Ibnu Wardi.

Ia menilai, rekativasi rel kereta api di madura tidak perlu dilakukan karena banyaknya angkutan umum. Selain itu, upaya pembebasan lahan juga akan berdampak pada konflik antara pemerintah dengan masyarakat.

“Kasian mobil taksi dan nasib para sopir angkutan umum, karena yang jelas masyarakat akan memilih untuk menggunakan kereta api,” Terangnya.

Ia berpandangan saat ini, pemerintah hanya perlu meningkatkan infrastruktur seperti pelebaran jalan agar tidak terjadi kemacetan di beberapa titik, serta berpikir ulang tentang pengembalian modal yang memungkinkan diambil dari dana pinjaman. Sehingga jika jika hanya menyambungkan ujung timur madura hingga ujung barat dengan transportasi jenis kereta api, dipandang tidak seimbang dengan dampak yang dihasilkan.

“Lebih baik, rencana itu tidak terwujud jika pemerintah tidak ingin kelimpungan,” Pungkasnya.(din/en/rest).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here