Polda Jateng Tangkap 24 Pelaku Kejahatan dan 3 Pelaku Ditembak

0
102

Semarang, Bongkar86. Com – Ditreskrimum Polda Jateng Unit Jatanras berhasil menangkap 24 pelaku tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tiga pelaku berhasil dilumpuhkan dengan ditembak kakinya.

”Karena pada waktu mau ditangkap melarikan diri, maka jalan untuk bisa menangkap ditembak kakinya. Namun sebelum dilumpuhkan petugas sudah memberikan tembakan peringatan lebih dulu,”kata DIitreskrimum Polda Jateng Kol Pol Budhi Haryanto kepada awak media di Mapolda Jateng, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, dari beberapa kasus yang berhasil diungkap dengan melibatkan 24 tersangka ini, diantaranya pelaku atau mucikari yang menggunakan jasa Prostitusi dengan TKP Semarang, Curras di wilayah Demak, kasus penyerangan dengan Air Gun di Magelang serta Judi Dadu dan Cap Julie di Karanganyar.

Subdit III Jatanras salah satunya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang cukup unik, karena dalam menjalankan operasionalnya ternyata dikendalikan dari dalam lapas Pati dan Kedungpane. Dua pelakunya kini mempunyai jaringan dan komunitas lain dalam mencari sasarannya. ”Kini jaringannya sedang kita buru, dalam waktu dekat pasti kita tangkap,”ujarnya.

Sementara ketiga pelaku berinisial YT, AJ dan TR terpaksa ditembak oleh petugas, karena berusaha melawan dan melarikan diri. Ketiganya dikendalikan oleh Wawan als Wawe (55) ditahan di Lapas Pati dan Jamal (55) ditahan di lapas Kedungpane Semarang dalam kasus lain.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna yang mendampingi Ditreskrimum Kombes.Pol.Budhi Haryanto mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat atas penyekapan supir yang beroprasi dijalan lingkar Demak di Ds Kendaldoyong Kec Wonosalam Kab Demak pada Sabtu tanggal 3 November 2019.

“Para pelaku ini dalam mencari sasarannya mengincar supir yang sendirian. Bahkan ada korban yang di Demak ini, supir bernama Philipus korban disekap dan dibuang saat sedang istirahat diwilayah Demak, Barang barang yang ada didalam senilai 400 jutan dibawa kabur,” terang Kabid Humas.

Menurut Budhi, para pelaku ini ketika melancarkan operasinya sebelumnya sudah menggambar, kira-kira truk mana yang membawa barang- barang yang bernilai dan laku di jual. Setelah mengetahui calon mangsanya, maka aksi terus dilakukan.

”Setelah berhasil sopir dilumpuhkan, diikat dan dibuang ditinggalkan ditepi jalan. sedangkan truk ditinggalkan begiu saja, setelah barang curian tersebut berhasil dipindahkan,”paparnya.

Terhadap dua pelaku ini, Direskrimum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto menjelaskan 2 orang tahanan yang turut terlibat dalam aksi ini, berperan mengendalikan tiga tersangka di lapangan dengan mengunakan handphone.

“Kita akan terus dalami oknum LP yang terlibat dalam kasus ini, caranya yaitu si narapidana dalam menjalankan aksinya, dia punya HP yang digunakan untuk komunikasi, dia sudah punya jaringan sebelum masuk dalam lapas. Jadi yang di Pati divonis 1 tahun 6 bulan, yang di Kedungpane betugas mencari penadahnya di vonis 3 tahun, dalam kasus yang sama yakni curas,” terangnya.

Modus 3 pelaku yang berada di TKP mencari truk secara acak yang melintas di sepanjang jalan pantura antara Demak – Pati.

“Dalam melakukan aksinya sang pelaku ini mobile berkeliling sepanjang pantura, kalau ada supir itu sendirian dan bisa dilumpuhkan maka akan di jadikan sasaran.Disekap, dibuang lalu diambil barang bawaannya dipindahkan di kendaraan lain,” terangnya.

Dari kasus ini barang bukti yang diamankan diantaranya 2 (dua) buah Hanphone; 3 karton pipa air; Uang tunai sebesar Rp. 1.350.000, 2 karton kaca mata; 1 (satu) Unit Truk; 5 karton baterai; 19 karton obeng; 13 tabung alumunium dll.

Para tersangka ini dikenakan Pasal 365 KUHP, dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun, dihukum dengan pasal pencurian yang didahului, serta disertai dengan kekerasan terhadap orang, dengan maksud memudahkan pencurian.(tim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here