Petani Pamekasan Memilih Simpan Hasil Panen Padinya Antisipasi Beras Langka Dalam Pandemi Covid-19

0
64

Pamekasan, Bongkar86.com – Sejumlah petani di Pamekasan memilih menyimpan gabah dan tidak menjual dalam panen raya padi tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi kelangkaan beras di tengah pandemi Covid-19.

Petani asal Desa Dabuan, Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Imam Arifin menuturkan semua gabah hasil panen tahun ini disimpan dan tidak ada yang di jual. Hal ini, untuk persediaan bahan makanan dalam beberapa bulan kedepan.

“Di tahun ini, kata Imam semua padi hasil tanaman sendiri disimpan untuk makan keluarga dalam beberapa bulan kedepan,” paparnya.

Apalagi saat ini, lanjut Imam, hasil panen tahun ini mengalami penurunan, sebab padi yang di tanam terserang hama. “Biasanya mendapat 50 karung, sekarang malah berkurang,” tandasnya

Hal senada juga dialami petani asal Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Misti. Biasanya dari hasil panen padi, Mesti mendapat 10 karung, namun sekarang hanya mendapat 4 karung ukuran 25 Kg.

“Padi milik kami untuk tahun ini berkurang karena banyak dimakan hama burung dan tikus,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini dirinya akan menyimpan padi yang dipanen. Hal tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan beras di masa pandemi.

“Semua hasil panen padi untuk tahun ini tidak ada yang dijual, semua hasil panen disimpan takut beras nanti menjadi langka,” tandasnya.(bay/sib/rest)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here