Penyemprotan Insectisida di Sampang Dinilai Kurang Ramah Lingkungan

0
279
Foto : Perutas Dinkes Sampang saat melakukan foogging di area endimes

Sampang, Bongkar86. Com –¬†Foginisasi salah satu cara mencegah dan membunuh nyamuk dewasa yang mengidap virus demam berdarah dengue (DBD). Namun langkah itu dinilai kurang ramah pada lingkungan sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Hal itu disampaikan langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Asrul Sani. Menurutnya, foging itu menyemprotkan Insectisida yang kurang ramah lingkungan dan berdampat bahaya pada pemfoging.

“Kadang ketika kita memfoging, ada sebagian warga rumahnya tidak mau difoging karena insentisidanya,” katanya saat dikonfirmasi Bongkar86.com. Selasa 12/2/2019.

Sisi lain penyemprotan fogging pengaruhnya hanya 30 persen. Akan tetapi justru 70 persen melalui PSN dengan 4 M Plus.

“Biaya sekali fogging dan operasional bisa mencapai 1,5 – 2 juta,” ujar Asrul.

Tapi tetap kami lakukan secara selektif di daerah endemis atau adanya temuan kasus,” sambungnya.

Yang harus ditelakukan mencegah virus dengue Asrul menjelaskan, menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, mengubur tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk dan yang terakhir mengamati jentik nyamuk di sekitar.

“Kegiatan plusnya apa? Yakni membunuh nyamuk dan menghindari gigitannya. Dengan cara, menebarkan bubuk abate 2-3 bulan sekali, tidur pakai kelambu atau lotion, membunuh nyamuk dg obat nyamuk semprot atau bakar, tidak tidur pagi sampai sore hari. Dan menutup rumah dengqn kawat kasa,” pungkasnya. (man/rest/apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here