Penjamasan Keris Pusaka Kraton di Desa Aeng Tongtong Sumenep Dihadiri Wabup Fauzi

0
30

Sumenep, Bongkar86. Com – Dalam rangka melestarikan Budaya dan menjaga warisan leluhur berupa Keris Pusaka Kraton Sumenep digelar penjamasan dan haul akbar di desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (8/9/2019).

Kegiatan penjamasan pusaka bukan hanya sebuah tradisi saja melainkan sebuah bentuk penghormatan dan mendoakan para leluhur.

Wawan Noviyanto Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, kegiatan penjamasan keris dan pusaka kraton sebenarnya harus dilaksanakan setiap tahun di bulan Suro.

Menurutnya, penjamasan pusaka selain bentuk sebuah penghormatan juga menjadi tradisi yang harus dikenalkan pada generasi muda agar kedepannya tetap dilestarikan.

“Budaya semacam ini harus tetap kita jaga sehingga para generasi muda kita kelak selalu ingat terhadap perjuangan para leluhur yang telah menitipkan hal ini pada kita semua,” katanya, Minggu (8/9/2019).

Wawan juga menyampaikan, prosesi penjemputan dua keris pusaka keraton Sumenep, yang berada di Pendopo Agung Sumenep, dilakukan oleh seluruh dewan Mpu, termasuk masyarakat umum yang turut menyaksikan prosesi sakral tersebut, pada Sabtu (7/9/2019) kemarin.

“Dua pusaka keraton yang kita jemput kemarin, hari ini akan kita jamas beserta beberapa pusaka leluhur desa kami. Kemudian, besok pagi akan dikirab menuju pendopo agung untuk dikembalikan,” paparnya.

Lalu kemudian sebagai bentuk pengabdian kepada keraton, para Mpu bersama warga setempat akan membawa beberapa hasil bumi untuk diserahkan ke Karatin.

“Besok akan dilakukan kirab keris pusaka. Dimana Warga akan bersama-sama membawa hasil bumi untuk diserahkan ke keratin. Sebagai ungkapan rasa ta’dzim dan pengabdian rakyat kami,” pungkasnya

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam sambutannya menyampaikan, prosesi penjamasan dipandang perlu untuk terus dilestarikan, sebagai upaya menumbuh kembangkan kecintaan terhadap warisan leluhur.

Sumenep sendiri, menurut Fauzi, merupakan satu satunya Kabupaten di Jawa Timur, yang keratonnya masih terawat dengan baik. Bahkan, Sumenep telah dinobatkan oleh Unesco sebagai daerah yang memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia.

“Warisan penjamasan pusaka ini harus tetap dilestarikan setiap tahun, ini upaya kita untuk melestarikan budaya dan tradisi agung leluhur. selain itu kita sudah diakui oleh Unisco jika Sumenep menjadi satu-satunya daerah di Dunia yang memiliki pengrajin keris terbanyak dan itu penghargaan yang luar biasa,” jelasnya.

Sedangkan komitmen Pemerintah Daerah dalam pelestarian pusaka keris, ditunjukkan lewat penetapan Kabupaten Sumenep sebagai kota Keris tahun 2014. Serta dinobatkannya Desa Aeng Tongtong sebagai desa keris Maret 2018 lalu.

“Penetapan Aeng Tongtong sebagai desa Keris menunjukkan bahwa desa ini memiliki keistimewaan yang menurut kami tiada duanya. Hal ini perlu dijaga eksistensinya secara bersama sama,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Pada kegiatan penjamasan tahun ini terdapat sembilan jenis pusaka yang dilakukan penjamasan. Dua diantaranya merupakan keris yang di simpan di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Sementara tujuh keris lain yang turut dijamas merupakan warisan leluhur Aeng Tongtong sendiri.

Diantaranya: keris pusaka Semanis, keris pusaka Sejimat Pamangkang, keris pusaka Sekombang, keris pusaka se Beceng, keris Selendu Sagere, dan keris pusaka yang dijuluki se Kembang Sareh.(naf/rest/apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here