Pasien Covid-19 di Pamekasan Membludak, Kesadaran Masyarakat Menurun

0
26

Pamekasan,Bongkar86.com – Jumlah Pasien yang Positif terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membludak, kesadaran masyarakat terhadap ancaman Covid-19 malah semakin menurun. Senin, (29/06/2020).

Pasalnya dari 67 pasien Covid-19 yang dalam masa penyembuhan, sebanyak 44 pasien tidak mau diisolasi di rumah sakit, namun lebih memilih melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Menurut Ketua Satgas penanganan pasien Covid-19 RSUD Smart Pamekasan, Syaiful Hidayat mengatakan, penurunan kesadaran itu lantaran masyarakat menganggap bahwa covid bukanlah penyakit yang membahayakan.

“Karena itu mereka menolak, dan tidak mau dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu kami sebagai tenaga medis tidak bisa memaksa kehendak mereka”, ungkapnya.

“Atas kesadaran pasien sendiri, mereka tidak mau dirawat di rumah sakit. Kami sebagai tenaga medis tidak bisa memaksa mereka”, ujarnya.

Selain itu, lanjut Syaiful, masyarakat menganggap bahwa warga yang terinfeksi Covid-19 dianggap sebagai aib. Apalagi jika pasien tersebut meninggal di rumah sakit.

“Meninggal karena covid itu dianggap aib oleh masyarakat. Kalau meninggal di rumah sakit, mereka tidak mau dicap covid sehingga muncul peristiwa kemarin penghadangan dan pengambilan jenazah secara paksa”, jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini pasien positif Covid-19 di kabupaten Pamekasan berjumlah 108 orang. Dengan pasien meninggal dunia 20 orang, 21 sembuh dan 67 orang masih dalam proses penyembuhan.

Diungkapkan Syaiful, merawat pasien Covid-19 secara mandiri mempunyai risiko yang sangat besar. Sebab risiko dalam menularkan kepada orang lain semakin tinggi.

Tidak hanya itu, orang yang tertular juga berisiko untuk menularkan kepada orang lainnya lagi.

“Kalau sudah siap dengan risikonya, kami biarkan. Kalau mereka dipaksa, mereka akan bikin ulah di rumah sakit. Bahkan, mengancam dengan kekerasan kepada tenaga medis”, tandasnya.(bay/sib/icha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here