Pasar Tradisional Jadi Sarang Pungli Puluhan Aktivis Demo Kantor Disperindag Sumenep

0
335
Suasana demo yang dilakukan oleh puluhan aktivis di Kantor Disperindag Sumenep

Sumenep, Bongkar86. Com – Sekitar pukul 09:30 Wib, puluhuhan Aktivis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) dan Lingkar Intelektual Mahasiswa (Lima) Lakukan Aksi Demonstrasi ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Terkait praktik Pungutan Liar (Pungli) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten setempat.

Puluhan mahasiswa tersebut membeberkan sejumlah temuannya, bahwasannya adanya praktik pungutan liar (Pungli) uang retribusi kepada pedagang dan pemilik kios. Pendistribusian tersebut tidak sesuai dengan nominal yang tertera di karcis. Mestinya hanya Rp1.500, tapi malah dipungut antara Rp2000 hingga Rp5000.

“Ini kan sudah jellas bahwasannya ada indikasi pungutan liar. Dan saya katakan tindakan pungli tersebut sangat terstruktural, karena tidak mungkin, jika bawahan menerjang perda (Peraturan Daerah).” Ujar Korlap Aksi, Iklal Ilyas Husein dalam orasinya. (24/5/2018)

Iklal berharap ” Dengan adanya tindakan aksi tersebut dinas terkait, untuk seringkali lakukan tinjauan terhadap pasar-pasar di kabupaten sumenep”.

“Saya mau Disperindag usut tuntas dengan adanya kasus pungki tersebut” Lanjutnya Iklal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Syaiful Bahri berjanji akan melakukan Tinjauan langsung terkait temuan mahasiswa tersebut. “Kita akan tinjau terlebih dahulu kebenarannya,” Ucapnya

“Syaiful menegaskan, jika nanti dalam hasil tinjauan tersebut ditemukan pungutan, dia mengaku tidak segan memberikan sanksi kepada oknum tersebut. Bukan hanya kepala UPT sama petugasnya pun kita tindak jika terbukti melakukan pungli,” tegasnya.

Setelah mendapatkan sinar terang dari Kepala Dinas (Disperindag) puluhan Mahasiswa FKMS dan LIMA Pergi dengan rasa senang, di karenakan aspirasinya di dengarkan oleh pihak terkait.( Uni /Apo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here