Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Dinkes Sumenep Gelar Sosialisasi Jampersal

0
507
Kadinkes Sumenep,dr.Fatoni saat melaporkan sosialisasi Jampersal

Sumenep,Bongkar86.Com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar sosialisasi jaminan persalinan (Jampersal) di Aula hotel utami di jalan Trunojoyo selasa, (13/3/2018).

Dalam acara tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Buya Busyro Karim, Kapala Dinas Kesehatan, dan seluruh koordinator bidan se-Kabupaten Sumenep.sekitar pukul 09.00 Wib

Bupati Sumenep,Busyro Karim dalam sambutannya mengatakan bahwa sektor kesehatan merupakan sektor prioritas pembangunan, baik nasional maupun Kabupaten. Sedangkan di Kabupaten Sumenep, sesuai rencana untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, guna meningkatkan mutu dan cakupan jaminan kesehatan, dan meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat, dengan indikator seluruh puskesmas di sumenep telah ter-akreditasi. saat ini masih ada 8 puskesmas yang belum terakreditasi dari 30 puskesmas.

“Menurutnya program jampersal merupakan salah satu intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. jampersal adalah program untuk mengatasi masalah pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk kb pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir.

Sedangkan sasaran program jampersal menurut Busyro untuk bagi ibu hamil, bersalin dan nifas dari keluarga miskin dan kurang mampu di kabupaten sumenep yang tidak memiliki jaminan kesehatan seperti jaminan kesehatan dari BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat(KIS).

“Lanjut Busyro pada tahun 2017 lalu realisasi dana jampersal di sumenep masih dibawah 20 persen. hal itu karena susahnya menjaring warga miskin dan minimnya informasi tentang Jampersal ditengah-tengah masyarakat.

Tetapi tahun ini, anggaran jampersal di Kabupaten Sumenep mencapai 2, 2 milyar. Busyro berharap realisasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dan Busyro meminta kepada dinas kesehatan agar tidak ada lagi masyarakat sumenep yang meninggal saat persalinan, karena masalah pembiayaan. Dan para camat dan kepala upt puskesmas, lebih gencar memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di daerah masing-masing, tentang adanya program jampersal.

Demi kenyamanan pasien petugas kesehatan harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. undang-undang nomer 5 tahun 2014 pasal 10 menyebutkan bahwa fungsi ASN yaitu melaksanakan kebijakan publik dan pelayanan publik, termasuk di bidang kesehatan.

“Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr.Fatoni menjelaskan sosialisasi dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan komplikasi yang ditimbulkan oleh kehamilan serta persalinan. Selain itu, pihaknya menyatakan melalui Jampersal ini ingin memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Jadi semua ibu hamil sekarang ada jaminan yang ditanggung oleh pemerintah, yang bentuknya melalui pelayanan,” terangnya.

“Pihaknya mengaku, bahwa pelayanan itu tidak dibatasi Kasta tinggi, menengah ataupun bawah. Baik itu dari keluarga kaya ataupun miskin, semuanya sama-sama mempunyai jaminan tersebut.

Lanjut Fatoni karena melalui APBN jadi semua ibu hamil mempunyai jaminan, bahkan kalau seumpama pihak kesehatan di kabupaten sumenep tidak mampu, bisa langsung dirujuk ke surabaya dan itupun bentuknya gratis,” Ucapnya.(Apo)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here