Limbah Sampah Cemari Lingkungan Sekitar, Ijin Usaha Tidak Diperpanjang

0
232
Foto : Pemilik usaha bahan bekas sampah sedang diskusi bersama di lokasi.

Sampang, Bongkar86. Com – Limbah usaha daur ulang sampah milik Slamet warga Desa Tambaan, Kecamatan Camplong Sampang, Madura Jawa Timur, dipersoalkan. Sejatinya, usaha yang berjalan sejak tahun 2018, limbah sampah dari bahan bekas plastik mencemari lingkungan sekitar.

Untuk memastikan laporan dari masyarakat sekitar, Satpol PP Sampang, Taufik Camat Camplong dan Totok mewakili Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sampang mendatangi usaha daur ulang tersebut. Al – Hasil, bahan bekas botol minuman berserakan dan nampak terlihat kumuh.

Foto : Petugas Satpol PP Sampang meninjau limbah dari bahan rongsokan milik bapak Slamet.

“Atas laporan warga, kami langsung ke lokasi. Laporan itu memang benar,” kata Chairijah Kabid Penegakan Perda dan Penertiban Umum Satpol PP Sampang. Jumat 15/3/2019.

Dari tangan Satpol PP tidak ada barang yang diamankan atau disita. Mereka sebatas memberikan sanksi berupa peringatan kepada Slamet sebagai pemiliknya. “Kami minta bahan bahan ini ditata dengan rapi dan termasuk limbahnya,” ujar Corri’ sapaannya.

Tidak hanya itu, ternyata usaha yang ditekuni tersebut ijin usahanya sudah berakhir. Karena Slamet sengaja tidak memperpanjang ijin usaha lantaran bangkrut semenjak 2008-2012.

“Kurun waktu satu minggu tidak diperpanjang ijin usahanya, saya lakukan penyegelan,” tegasnya.

Totok mewakili Dinas PM-PTSP Sampang menuturkan segera mengeluarkan ijin perpanjangan usahanya dengan catatan secara dokumentasi atau proposal pengajuannya dinilai lengkap. “Hanya KTP, ijin usaha sebelumnya dan NPWP, itu saja,” ujarnya.

Totok menegaskan proses pembuatan dan perpanjangan ijin usaha tidak dipungut biaya sepersen alias gratis. “Tidak ada, semuanya gratis,” dengan lantang totok menyampaikan.

“Sengaja kami belum diperpanjang ijin usahanya, karena kami sempat bangkrut,” kata Slamet pemilik daur ulang.

Dia berjanji akan mengikuti saran dari Satpol PP Sampang dan segera memperpanjang ijin usahanya. “Saya juga nunggu uang untuk mengurus ijin itu, dan usaha ini baru tahun 2018 kembali aktif,” pungkasnya.(man/rest/apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here