Kecam Kekerasan Pada Dokter, IDI Sumenep Galang Ribuan Tanda Tangan

0
764

Bongkar86.com – Aksi galang tanda tangan menolak kekerasan terhadap dokter dan tenaga medis terus berlanjut. Kali ini puluhan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan aksi solidaritas dengan menggalang tanda tangan di RSUD Moh. Anwar.

Puluhan dokter yang tergabung dalam IDI Cabang Sumenep membubuhkan tanda tangan di banner yang bertuliskan ‘IDI Cabang Sumenep Menolak Segala Tindakan Kekerasan Fisik dan Psikis yang Melecehkan Profesi Dokter dan Tenaga Kesehatan Lainnya yang Sedang Menjalankan Tugas Profesional’.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep, Dr. Abdul Aziz mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinanterkait adanya dugaan kekerasan yang menimpa salah satu dokter di Kabupaten Sampang beberapa waktu lalu.

Selain itu, IDI Sumenep juga mengecam tindakan kekerasan kepada dokter pada saat menjalankan tugas profesinya. Sebab menurut mereka profesi dokter merupakan tugas mulia yakni dengan membantu mengobati orang sakit.

“Dalam aksi solidaritas ini kami mengecam kekerasan fisik dan psikis yang melecehkan profesi dokter dan tenaga medis lainny,” terang Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumenep, Dr. Abdul Aziz, Selasa (7/11/2017).

Oleh sebab itu, IDI Sumenep berharap kedepan tidak ada lagi tindakan kekerasan terhadap profesi dokter dan tenaga medis yang sedang menjalankan tugas, karena profesi dokter merupakan tugas mulia yang dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami sangat menyayangkan kejadian itu, dan diharap kedepan agar tidak terulang kembali kejadian yang serupa,” tegasnya.

Lanjutnya, bagi keluarga pasien jika ada kesalahpahaman dengan dokter dan ada yang kurang puas dengan pelayanan tenaga medis untuk melapor ke rumah sakit setempat, atau ikuti prosedur yang berlaku, melalui majelis etik atau pendekatan secara hukum melalui penegak hukum atau dengan cara mediasi. (Apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here