HUT PPNI ke 44 , Ketua PPNI Sumenep, Memberikan Semangat Baru Terhadap Perawat

0
1330
Ketua PPNI Sumenep Nur Insan

Sumenep, Bongkar86.Com – Dalam Rangka HUT PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Ke 44, Ketua PPNI Sumenep Nur Insan memberikan semangat baru terhadap teman sejawat perawat diKabupaten setempat

“Dengan goncangan dari berbagai isuh yang saat ini menggoncan tugas para perawat di Kabupaten Sumenep, dimanapun berkerja atau mengabdi selalu mendapat pembicaran yang tidak enak dimata masyarakat seperti layanan perawat tidak seperti harapan masyarakat terhadap pasien dalam akhir-akhir ini,” terangnya.

Ketua PPNI Sumenep Nur Insan lewat akun facebooknya memberikan hadiah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI Sumenep Ke 44. Pihaknya menulis ungkapan hati memberikan semangat baru terhadap teman sejawat perawat dengan kata ‘Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu salam satu hati untuk teman sejawat perawat diKabupaten Sumenep’.

“Tantangan yang akan kita hadapi dimasa yang akan datang pasti akan mendatangkan kebahagiaan bagi sejawat semua,”jelasnya (20/2/2018).

Lanjut Nur Insan yang saat ini menjabat sebagai Kasubag Kepegawai di Dinas Kesehatan Sumenep menjelaskan bahwa PPNI Sumenep bisa hidup dan tumbuh subur dan berkembang itu semua karena kita (kalian) mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah.

“Bukankah kita memang hidup dari rangkaian masalah yang teratasi dengan baik tetapi masalah tak perlu kita hindari,tapi harus kita selesaikan bersama karena hanya kebersamaan yang akan mengantarkan PPNI Sumenep ke puncak kesuksesan,” ucapnya dengan senyum.

Nur Insan berharap kepada semua anggota PPNI Sumenep tetaplah bekerja sesuai prosedur, berikan layanan maksimal sebagai jawaban atas keraguan yang muncul selama ini dan tetaplah belajar dari pengalaman agar senantiasa kita bisa semakin baik.

Sementara Sri Suhartiningsi mengomentari akun Facebook Nur Insan.

“InshaAllah kami sudah bekerja sesuai prosedur, namun kadang ada saja individu yang tidak mengerti posisinya sebagai pemberi asuhan kepada pasien yang ada aturan-aturan dan etikanya, sehingga salah menafsirkan dan menganggap kami (perawat) judes, sadis dan semacamnya,” tuturnya.

“Padahal semua itu hanya satu tujuan kami yaitu memberikan rasa nyaman dan aman kepada pasien,” imbuhnya.

Menurutnya, pihaknya bekerja tidak mengenal batas waktu dan tempat, kadang pergi pagi pulang pagi sehingga demi tugas lelah.

“Demi tugas kadanh tinggalkan keluarga dirumah sampai-sampai tidak mengikuti perkembangan anak-anak kami (motemmo raje ta’ noro’ nganju) menggunakan bahas madura dengan artinya bahwa tau -‘tau besar tidak ikut memelihara. Itu salah satu pengabdian kami terhadap masyarakat,” pungkasnya. (Apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here