Hukum Memandikan Jenazah Pasien Covid-19

0
534

Sumenep, Bongkar86.com – Memandikan jenazah Muslim terkonfirmasi Covid-19 adalah fardu kifayah. Hal itu disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu 15/07/2020.

Sekretaris Umum MUI Sumenep, Musthafa mengatakan, mengurus jenazah pasien terpapar Covid-19, tetap harus mengacu pada hukum syar’i. Sesuai fatwa MUI Pusat Nomor 14 Tahun 2020, “mulai dari memandikan, mengkafani, salat, hingga dikuburkan”, terangnya.

Ia juga menambahkan, jenazah bisa dimandikan tanpa harus melepas baju, jika tidak memungkinkan dengan tayamum bisa dilakukan pada jenazah. Setelah itu, jenazah bisa dikafani, ditambah dengan menggunakan plastik sebagai protokol kesehatan dan jenazah bisa langsung dimasukkan ke peti”, terangnya.

Setelah itu, “sebelum dimasukan kedalam peti petugas harus tetap memperhatikan sarat dan ketentuan syariat islam yang menjadi kewajiban bagi jenazah umat muslim”, lanjut Musthafa.

“Jenazah harus menghadap kiblat dengan diberikan alat penyandar dibelakang mayat, sebagai bahan antisipasi jezanah terbaring”, tambahnya.

Kemudian, beliau menyampaikan bahwa fatwa sebagai panduan pengurusan jenazah muslim yang harus diterapkan dengan benar. Jika tidak, maka pihak terkait dapat menanggung dosa akibat tidak menunaikan kewajiban sebagaimana seharusnya dilakukan”, jelasnya. (Man/Icha/Rest)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here