Harga Tembakau Anjlok, Puluhan Pemuda Gempita Demo Kantor Bupati Sumenep

0
191

Sumenep, Bongkar86. Com – Puluhan Pemuda Gerakan Pemerhati Tembakau (Gempita) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, gelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Sumenep Jl. Dr. Cipto No.33 Kecamatan Kota.

Para aksi membawa poster yang bertuliskan:
1. Usir korporat dhalim.
2. Tembakau murah Bupati kemana.
3. Bupati Seneng petani ghimeng.
4. Harga tembakau diatur pemerintah.

Korlap aksi Noval dalam orasinya menyampaikan Petani tembakau dikabupaten Sumenep hari ini sedang resah dikarenakan harga tembakau madura dihargai murah. bahkan, murahnya harga tembakau nyaris membuat masyarakat Sumenep frustasi.

Bahkan pabrikan gudang garam di Guluk Guluk melakukan penolakan terhadap tembakau milik petani.
Deketahui harga tembakau yang ditetapkan oleh pemerintah Rp 32000 harga paling bawah dan Rp 49000 harga paling tinggi.

“Berdasarkan hasil investigasi kita masyarakat petani, pihak pabrik gudang garam membeli dengan harga di bawah Rp 32000 dan Rp 45000 untuk harga tertinggi,” katanya.

Bahkan, menururut Noval, selama ini ada semacam pembatasan pengiriman temabakau oleh bandul ke pabrikan sebagaimana terjadi di gudang garam guluk guluk.

Setiap bandul hanya diperbolehkan membawa tembakau sebanyak 25 sampai dengan 30 bal dan ada juga 50 bal tapi sedikit, dampaknya banyak tembakau petani yang tak terserap pabrikan dan terancam tidak terjual dan jika pun terjual tetapi dengan harga yang sangat murah,” tegasnya.

Noval menuding, Selain harga tembakau murah gudang garam melakukan beberapa pelanggaran terhadap perda no 6 tahun 2012. Diantaranya, gudang garam telah melakukan pelanggaran terkait pengambilan sempel yg lebih dari satu kilogram dan sempel harus dikembalikan secara keseluruhan dan rontoknya jika transaksi gagal.

“Namun, hal itu diabaikan oleh pihak pabrikan, dengan mengambil sampel melebihi yang telah ditentukan,” tutupnya.

Noval merasa sangat kecewa dengan sikap pemerintah selama ini bahkan dia mengutuk keras atas musibah yang menimpa petani tembakau kita dan kami sangat menyayangkan sikap Pemerintah Daerah ( BUPATI ) khususnya Dispertahortibun dan Disperindag yang abaiakan apa yang menimpa petani tembakau.

Sementara Dispertahortibun menyampaikan selama ini pihaknya sudah bekerja sama dengan semua pihak terkait bahkan tidak hanya di ruang lingkup sumenep saja namun terhadap 3 Kabupaten lainnya di Madura.

“Hanya saja kami masih belum bisa mengintervensi kepada pengepul, kami masih mencari solusi agar harga tembakau tidak merugikan petani serta regulasi penyerapannya,” tutupnya.(naf/rest/apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here