Hanya Isi Absen, Tugas Pemantau Tembakau di Pamekasan Mandul

0
421

Pamekasan, Bongkar86.com – Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, terhadap tataniaga tembakau dituding hanya menghabiskan anggaran pemerintah.

Pasalnya, para pemantau yang diutus Disperindag tersebut dituding tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, yakni memantau tataniaga harga tembakau di Gudang-gudang yang ada di Kabupaten Pamekasan. Kamis 10/9/2020

Salah seorang petugas gudang tembakau di Kabupaten Pamekasan membeberkan bahwa petugas yang diutus Disperindag tersebut hanya datang di pagi hari untuk mengisi absen saja. Namun setelah itu pergi atau keluar dari gudang.

“Dia hanya datang pagi untuk absen dan memberikan kertas kepada saya. Setelah itu tidak tahu kemana. Baru pada sore hari dia datang ke saya mengambil kertas laporan tersebut, mungkin ke gudang-gudang lain,” ucap petugas gudang yang enggan disebutkan namanya.

Senada dengan petugas tersebut, Satpam di salah satu gudang juga menegaskan, bahwa pemantau dari Disperindag Pamekasan tersebut tidak menetap di gudang selama jam kerja.

“Yang saya tau mas, pemantauan itu datang pagi hari saja itupun hanya untuk absen, kemudian pergi. Baru sorenya dia datang kembali,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi terhadap pengawas dari Disperindag, Mulyadi, mengenai pemantau yang hanya datang untuk mengisi absen, ia berdalih tidak mengetahuinya.

“Ya kalau hal seperti itu kami akan tindak lanjuti, cuma pada saat saya ke gudang, pemantau itu ada kok,” dalihnya. (9/9/2020).

Untuk diketahui, dalam upaya menstabilkan harga tembakau di kabupaten Pamekasan, Disperindag mengutus 60 orang petugas, yang terdiri dari 50 tim pemantau dan 10 tim pengawas.

Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin menjelaskan tugas pengawas dan pemantau tersebut untuk menemukan gejala yang menimbulkan naik-turunnya harga tembakau.

“Kami menerjunkan tim pengawas tembakau untuk memantau fluktuasi pembeliannya di setiap gudang di wilayah Pamekasan,” jelasnya beberapa waktu lalu. (2/9/2020).

Lebih lanjut, Petani tembakau dari Pantura, Ahmadi mengatakan bahwa harga tembakau di kabupaten Pamekasan masih murah. Adanya tim pengawas tersebut tidak merubah harga.

“Buat apa ada pemantau tembakau kalau kerjanya hanya datang absen terus pergi. Itu buang-buang uang saja Pemerintah, mending tidak usah ada pemantau kalau seperti itu,” tandasnya.(bay/din/apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here