Hadiri HUT PPNI Ke-46, Wabup Sumenep Sampaikan Perawat Ujung Tombak Pembangunan Kesehatan

0
414

Sumenep, Bongkar86.com – Rayakan Hari Ulang Tahun ke-46, PPNI Sumenep, Madura Jawa Timur, gelar Edukasi Bantuan Hidup Dasar( BHD) dan Pemecahan Rekor Muri di lantai 3 Universitas Wiraraja jalan raya Sumenep-Pamekasan, Minggu 15/3/2020.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wabup Ach. Fauzi dan diawali senam cuci tangan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars PPNI.

Nampak hadir dalam acara ini Direktur RSUD dr. Moh.Anwar Sumenep, dr. Erliyati, Kadis Dinkes, Agus Mulyono, Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Wakil Rektor Universitas Wiraraja Sumenep dan seluruh perawat Kabupaten Sumenep.

Ketua PPNI Sumenep, Nur Insan menyampaikan acara Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini diselenggarakan untuk memecahkan Rekor Muri, bahkan hari diselenggarakan serentak se-Jawa Timur.

“Kami ingin semua masyarakat bisa paham bagaimana cara menolong orang dengan kasus fungsi jantung secara tiba-tiba, seperti main tenis, lari dan tiba-tiba sakit maka kita harus tampil memberikan pertolongan pertama pada mereka.

Menurut Nur Insan, perawat di Kabupaten Sumenep supaya terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan bagaimana pasien bisa tertolong. Sehingga nyawanya bisa terselamatkan.

“Dihari ulang tahun PPNI ke-46, Nur Insan berharap perawat tidak hanya merawat pasien saja, tetapi perawat juga bisa merawat keberagaman. Sebab keberagaman adalah modal dasar membangun kesehatan.

Sementara Wakil Bupati Sumenep Ach. Fauzi dalam sambutannya mengatakan dihari ulang tahun PPNI ke-46 semoga seluruh perawat di Kabupaten Sumenep konsisten memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

“Perawat harus memberikan bantuan awal pada orang-orang yang membutuhkan pada saat terjadi hal-hal yang sifatnya darurat. Sehingga para perawat memberikan pengetahuan dan pertolongan pertama pada pasien (korban) pada saat terjadi sesak nafas.

Hal ini sebagai bukti PPNI sebagai ujung tombak bukan hanya acara-acara serimonial tapi juga membuahkan hasil pada masyarakat.

“Fauzi tegaskan perawat harus menjalankan sesuai hati nurani, contohnya murah senyum, ramah dan santun. Dan perawat harus prefesional.(fer/apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here