Evaluasi Pelaksanaan Jamsostek, Bupati Sumenep Minta BPJS Ketenagakerjaan Perbaiki Layanan Keanggotaan

0
494

Sumenep, Bongkar86. Com – Rapat Evaluasi Pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) serta pemberian santunan kecelakaan kerja yang di laksanakan di Kantor Bupati Lantai ll Jl. DR. Cipto No.33, Kolor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu 20/2/2019.

Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam melindungi masyarakat dari kemiskinan akibat kecelakaan atau musibah yang menimpa telah mendapatkan dukungan dari (PEMKAB) Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Dalam Sambutannya Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si Bupati Sumenep mengatakan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kerja dan supaya ada jaminan dan perlindungan sosial bagi mereka sebagai pekerja disarankan agar masyarakat Sumenep mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya sejak dulu mengimbau agar masyarakat Sumenep mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan demi mengantisipasi kecelakaan kerja supaya ada jaminan dan perlindungan sosial bagi pekerja.” Terang Busyro Karim.

Lebih lanjut Busyro Karim mengungkapkan, bahwa dari keberadaan BPJS ketenagakerjaan itu berusaha memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, sehingga pekerja merasa aman dan tidak perlu khawatir jika terjadi musibah atau kecelakaan kerja.

“Tidak ada orang yang mau celaka ketika bekerja, namun ikut program BPJS ketenagakerjaan upaya mengantisipasi kecelakaan kerja. Jadi manfaatnya tidak hanya bisa dirasakan bagi pekerja formal melainkan juga untuk pekerja informal.” tegas Bupati 2 Periode itu.

Namun, orang no satu di Kabupaten Sumenep tersebut, berharap BPJS ketenagakerjaan memperbaiki layanan termasuk sistemnya terutama keanggotaan BPJS mandiri program, supaya mempertimbangkan kembali denda bagi peserta yang terlambat membayar iuran setiap bulannya.

“Itu dilakukan supaya tidak ada penilaian denda karena tidak sesuai dengan kaidah syariat Islam, sebab denda keterlambatan membayar iuran itu termasuk riba”, Pinta Bupati Sumenep.

“Masyarakat sering bertanya kepada saya tentang denda iuran BPJS itu melalui Whatsapp (WA) atau diskusi kecil, karenanya saya mengusulkan bagaimana kalau tidak ada denda bagi peserta BPJS mandiri, agar kami mudah mensosialisasikan program BPJS dan masyarakat mau ikut menjadi peserta BPJS.” pungkas suami Nurfitriana itu.

Sementara dalam kesempatan itu juga Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, serahkan santunan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk klaim jaminan hari tua sebesar Rp 45 juta, santunan jaminan kematian Rp 24 juta lebih, santunan jaminan kecelakaan kerja Rp 52 juta dan protese tangan palsu sebesar Rp19 juta lebih.(ily/rest/apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here