Disdukcapil Sumenep Gelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil

0
956

Sumenep, Bongkar86.Com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumemep, Madura Jawa Timur, menggelar Sosialisasi kebijakan kependudukan aparatur pemerintah menumbuhkan pentingnya dokumen kependudukan.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Asisten Pemerintah, Drs. Ec. Carto, MM dan Kadis Dukcapil Sumenep, Drs. Akh. H. Zaini, MM, Sekretaris Dukcapil Baihaki dan dihadiri langsung oleh Kabid Kependudukan dan Catatan Sipil Propensi Jawa Timur Pujo Irianto, SH. MM dan para undangan yaitu KUA, Siak, Redes, Bidan dan stap Dukcapil sekecamatan Sumenep di Aula Hotel Utami Sumenep, sekitar pukul 09.00 Wib, Rabu (21/2/2018).

Drs.H. Akh. Zaini, MM dalam laporannya bahwa administrasi kependudukan berdasarkan pendaftaran penduduk pencatatan sipil selama ini baru dimulai dirasakan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Sosialisasi dokumen kependudukan dan pencatatan sipil melalui petugas yang terkait,” jelas Zaini.

Menurutnya, tujuan dari sosialisasi ini agar aparatur pemerintah mendorong masyarakat untuk memiliki dokumen yang benar dan sesuai data yang ada di Desa dan untuk meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan Akta-akta pencatatan sipil.

Sementara Kabid Kependudukan dan Catatan Sipil Propensi Jatim Pujo Irianto mengatakan sosialisasi ini untuk menertibkan administrasi dokumen kependudukan dan menindak lanjuti dari undang-undang 2006 dari tahun-tahun sebelumnya samapi sekarang dinas kependudukan sudah mulai melakukan penertiban dokumen kependudukan dan Catatan Sipil.

Pujo panggilan akrabnya berharap dokumen kependudukan ingin menjadikan seluruh Indonesia menjadi satu tanda penduduk yang tunggal artinya tidak ada dokumen yang ganda dalam pencatatan sipil, kalau dulu KTP bisa diterbitkan dimana saja tetapi setelah ada Nomor Identitas Keluarga (NIK) tunggal maka masyarakat tidak bisa mengeluarkan KTP tanpa dari Nik tunggal itu dan semuanya tidak akan bisa lagi seperti dulu.

Sedangkan perekaman KTP-elektronik se Jawa Timur sudah mencapai 93 persen dan untuk tahun 2018 diharapkan masyarakat bisa terekam semua.

“Kami dinas propensi mendorong Kabupaten Kota untuk segera menyelesaikan terkait perekaman KTP-elektronik sedangkan masalah peralatan dan blangko sudah tersedia semua itupun Pengadaannya dari pusat,” terangnya

Untuk se -Jawa Timur yang belum melakukan perekaman KTP- elektronik sampai saat ini tinggal 2,3 persen, sedangkan menjadi kendala saat ini yang belum melakukan merekam yaitu di daerah – daerah terpencil dan juga mereka yang ada diluar Negeri tidak melapor ke petugas Kependudukan yang ada di Desa maupun di Kecamatan dan kami samapi saat ini belum bisa memantau orang itu ada dimana.

Dan sampai saat ini yang menjadi kantong-kantong TKI yaitu daerah Malang, Kediri dan Ponorogo ketiga Kabupaten ini lah yang masih tinggi yang belum melakukan perekaman KTP- elektronik.

Untuk 2,3 persen se – Jawa Timur sisa yang belum melakukan perekaman, tahun ini 2018 kita akan selesai.

Dirjen Kependudukan Pusat luar biasa memberikan dorongan kepada kita,sedangkan kita selaku wakil dari pemerintah Propensi Jawa Timur juga mendorong Kabupaten Kota menuntaskan menyelesaikan administrasi kependudukan dan catatan sipil.(Apo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here